banner 700x256
Madiun  

Abaikan Peraturan, Karaoke di Madiun Selatan Bebas Beroprasi di Bulan Ramadhan

banner 120x600
banner 336x280

Madiun – News PATROLI.COM –

Pemerintah Kabupaten Madiun menegaskan bahwa Tempat Hiburan Malam ( HM) termasuk Karaoke, arena biliard ( bola sodok ) tidak diperbolehkan beroperasi selama bulan Ramadhan. Hal ini telah tertuang dalam surat edaran (SE) terkait pelaksanaan operasional usaha pariwisata di bulan Ramadhan dan hari raya idul Fitri 1447 Hijriyah / 2026 Masehi.

SE ini juga mengatur pembatasan jam dan ijin biliard serta Tempat Hiburan Malam (HTM) yang menjual minuman beralkohol dan jenis usaha karaoke. Selain itu, aturan berlaku juga bagi warung makan, kafe dan restoran yang beroperasi pada siang hari. Mereka diwajibkan memasang tirai atau penutup guna menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Namun sayang, surat Edaran yang dikeluarkan oleh Bupati Madiun diabaikan oleh 4 pemilik karoke di wilayah Pagotan, tepatnya di belakang pabrik gula Pagotan, di Pintu Dagangan dan di Batil kecamatan Dolopo. Kegiatan ini sempat terpantau awak media pada minggu malam 8/3/2026. Dengan leluasa dan tanpa beban seolah olah sudah ada yang membekingi, pihak pengelola menjual miras ( jenis arak jowo) serta suara musik yang keras hingga terdengar dari jalan. Sehingga menimbulkan ketidaknyamanan warga sekitar.

Baca juga :  Forkopimda Wonogiri Turun Langsung Cek Sembako dan LPG, Stok Aman di Bulan Ramadhan 1447 H

Bahkan awak media juga mendapat informasi bahwa tempat karoke ini sebelumnya sudah didatangi petugas dari Sat Pol PP, tapi nyatanya juga masih buka dan beroperasi seperti hari hari biasa. Hal inilah yang menimbulkan nilai negatif warga pada petugas.

Hal ini di benarkan oleh warga sekitar yang enggan disebut namanya. Menurutnya, selama bulan puasa ini tetap bebas melaksanakan aktivitasnya dan tidak merasa membebani warga lingkungan apa lagi ini bulan ramadhan.

“Ada juga yang mabuk tidur ditepi jalan dekat lokasi kafe, sehingga menimbulkan rasa takut pada warga terutama ibu-ibu mau berangkat ke pasar. Hal ini kalau dibiarkan terus menerus dan tidak ada tindakan tegas dari instansi terkait warga sekitar akan melakukan demo menuntut pada petugas untuk melakukan penutupan dan ini tidak hanya sekedar gertakan tapi serius dan warga sudah siap,” pungkas warga yang enggan disebut namanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *