BNNP Jatim Tinjau Langsung Rehabilitasi YPP Al Kholiqi, Tiga Pejabat Ikuti Terapi Gurah

banner 120x600
banner 336x280

Sidoarjo – News PATROLI.COM –

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur memperkuat sinergi dengan lembaga rehabilitasi dalam mendukung proses pemulihan pengguna dan pecandu narkotika. Langkah tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja jajaran BNNP Jawa Timur ke YPP Al Kholiqi Rehabilitasi Sosial Pecandu Narkoba di Jalan Brigjen Katamso II, Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (30/9/2026).

Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda koordinasi. Jajaran BNNP Jawa Timur turun langsung melihat aktivitas rehabilitasi yang dijalankan YPP Al Kholiqi, sekaligus mengikuti salah satu metode terapi yang diterapkan di lingkungan yayasan.

Tiga pejabat BNNP Jawa Timur bahkan turut mengikuti terapi gurah secara langsung, yakni Kabag Umum BNNP Jawa Timur Teguh Budi Santoso, Ka. Tim Rehabilitasi dr. Singgih Widi Pratomo serta Kabid Pemberantasan BNNP Jawa Timur Kombes Pol Mohammad.

Terapi gurah yang diikuti meliputi bagian hidung dan mata. Para pejabat tersebut mengikuti tahapan terapi untuk melihat sekaligus merasakan secara langsung proses yang menjadi salah satu kegiatan rehabilitasi di YPP Al Kholiqi.

Usai mengikuti terapi, Kabag Umum BNNP Jawa Timur Teguh Budi Santoso mengatakan, kunjungan bersama pejabat utama BNNP Jawa Timur tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung proses rehabilitasi sekaligus berbagai aktivitas yang dijalankan YPP Al Kholiqi.

“Pada hari ini kami dengan PJU BNNP Jawa Timur melakukan kunjungan kerja ke Yayasan Pondok Pesantren Al Kholiqi Rehabilitasi Pecandu Narkoba sekaligus melihat proses terapi yang ada di Al Kholiqi. Kami melihat suasananya cukup nyaman sehingga membantu proses penyembuhan klien,” ujar Teguh.

Menurut Teguh, suasana lingkungan rehabilitasi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam mendukung proses pemulihan klien. Dalam kunjungan tersebut, pihaknya juga mendapatkan kesempatan untuk merasakan langsung terapi gurah yang diterapkan di yayasan.

“Kami tadi juga mencoba gurah hidung dan mata. Luar biasa, kami bertiga merasakan sensasi bagaimana gurah mata, hidung, dan mulut. Ini bisa menambah salah satu metode penerapan pengobatan pecandu narkotika yang ada di Jawa Timur,” katanya.

Sementara itu, Kabid Pemberantasan BNNP Jawa Timur Kombes Pol Mohammad mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi jajaran BNNP Jawa Timur untuk melihat secara langsung salah satu lembaga rehabilitasi yang menjadi mitra dalam membantu proses pemulihan pengguna dan pecandu narkotika.

“Kami dari BNN Jawa Timur, Kabid Pemberantasan dan Sekretaris TAT, bisa berkunjung ke salah satu lembaga rehabilitasi yang menjadi mitra BNN Provinsi Jawa Timur, sekaligus ponpes dan rehabilitasi kepada para pengguna dan pecandu narkotika,” ungkapnya.

Ia menilai suasana di YPP Al Kholiqi cukup nyaman dan bersih. Ia juga turut mengikuti terapi gurah pada bagian hidung dan mata.

“Kami tadi juga melakukan terapi. Saya sendiri terapi gurah hidung dan mata. Sangat membantu kita dan para pecandu. Mudah-mudahan lembaga rehabilitasi ini bisa terus bekerja sama, khususnya dalam rangka membantu para pecandu dan pengguna bisa kembali ke masyarakat dengan normal,” ujarnya.

Baca juga :  Polresta Sidoarjo Edukasi Generasi Muda Pemanfaatan AI yang Bijak

Ia berharap kerja sama antara YPP Al Kholiqi dan BNNP Jawa Timur dapat terus berjalan dalam mendukung proses rehabilitasi dan pemulihan para pengguna maupun pecandu narkotika.

“Mudah-mudahan lembaga rehabilitasi ini bisa bekerja sama terus dengan BNNP,” tambahnya.

Ka. Tim Rehabilitasi BNNP Jawa Timur dr. Singgih Widi Pratomo menjelaskan, proses rehabilitasi dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing klien. Beragam metode tersebut, menurutnya, dapat dikolaborasikan dengan tujuan utama menghasilkan proses pemulihan yang optimal.

“Memang terapi ini bermacam-macam, baik spiritual maupun lainnya. Sebuah kolaborasi yang luar biasa, yang mana output metode terapi ini adalah pulih dan produktif. Mereka bisa menjadi umat sosial yang normal pada umumnya,” kata dr. Singgih.

Ia menegaskan, BNNP Jawa Timur juga secara rutin melakukan monitoring dan bimbingan lanjutan terhadap klien yang menjalani rehabilitasi di lembaga mitra, termasuk YPP Al Kholiqi.

“Kami dari BNNP Jawa Timur selalu melakukan monitoring serta bimbingan lanjut pada klien kami yang kami titipkan di lembaga rehab, salah satunya Ponpes Al Kholiqi ini. Harapan kami sinergitas dan kolaborasi serta kerja sama berlanjut sampai kapan pun,” ujarnya.

Terkait metode terapi, dr. Singgih menjelaskan bahwa setiap lembaga rehabilitasi memiliki konselor dan manajemen terapi masing-masing. Karena itu, pendekatan yang digunakan dapat berbeda dan disesuaikan dengan kebutuhan klien.

“Untuk klien ikuti saja, karena setiap lembaga rehabilitasi telah memiliki konselor dan membuat manajemen terapi, sehingga mempunyai terapi yang berbeda-beda dan terapi apa yang cocok untuk klien,” jelasnya.

Pimpinan YPP Al Kholiqi Rehabilitasi Pecandu Narkoba H. Abdul Kholiq menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan jajaran BNNP Jawa Timur. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi pihak BNNP untuk melihat secara langsung pelaksanaan rehabilitasi dan metode gurah yang diterapkan di yayasan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran BNNP yang sudah melihat bagaimana YPP Rehabilitasi Al Kholiqi dan metode gurah yang digunakan yang bertujuan mengurangi detoksin,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur YPP Al Kholiqi Rehabilitasi Sosial Pecandu Narkoba Sayyid Abdullah, S.H.I., mengatakan pihaknya secara rutin melaksanakan monitoring dan evaluasi bersama BNNP maupun BNNK setiap tiga bulan sekali.

“Kami selalu melaksanakan monev setiap tiga bulan sekali, baik BNNP maupun BNNK. Kami ini tidak puas hanya melakukan pemulihan pada klien, tetapi juga membutuhkan motivasi, masukan, atau evaluasi apabila ada kekurangan dari kami,” katanya.

Menurut Sayyid, evaluasi dan pengawasan dari instansi terkait dibutuhkan untuk memastikan pelaksanaan rehabilitasi terus berjalan dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan klien.

Karena itu, pihaknya berharap sinergi dengan BNNP Jawa Timur dapat terus dipertahankan, termasuk melalui pengawasan dan pemberian masukan terhadap pelaksanaan program rehabilitasi di YPP Al Kholiqi.

“Kami berharap BNNP tidak bosan-bosan mengontrol kami,” pungkasnya. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *