banner 700x256

Diduga Adanya Penyelewengan Distribusi Pupuk Bersubsidi di Desa Watubonang

banner 120x600
banner 336x280

Ponorogo, Newspatroli.com

Kelompok Tani adalah Depo dimana anggotanya membeli pupuk sesuai dengan daftar anggota yang sudah terdaftar di Rencana Difinitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK) masing – masing kelompok, namun sangat di sayangkan, kejadian yang terjadi di kelompok tani Rejo Makmur desa Watubonang, yang bebas menjual pupuk bersubsidi ke pihak luar yang bukan anggota, atau luar dari anggota yang ter daftar di RDKK.

Pupuk bersubsidi tersebut yang seharusnya si peruntukan untuk kelompok tani Rejo Makmur Desa Watu Bonang Kecamatan Badegan.

Mujiono selaku ketua kelompok Tani Rejo Makmur saat konfirmasi Awak media pada hari Minggu (17/4/2022) menyangkalnya,
Tidak benar kalau pupuk bersubsidi keluar dari wilayah tersebut, Pupuk hanya di jual ke anggotanya saja.

Namun demikian menurut informasi warga yang tidak mau disebutkan namanya yang berinisial S, menuturkan bahwa sekitar jam 8.20 WIB ada mobil pick up L300 No polisi AE 83091 SH dan mobil pick up gerend Mex bernomor polisi F 8680SM kedua mobil tersebut bermuatan yang diduga pupuk bersubsidi dari rumah ketua kelompok tani Rejo Makmur.

Dari pengakuan saksi berinisial I dan H warga desa Tanjung Gunung kecamatan Badegan membenarkan pembelian pupuk tersebut dari kelompok tani Rejo Makmur, Desa Watubonang dengan harga satu paket Rp.170.000 (seratus tujuh puluh ribu rupiah) , satu paket dengan jenis Pupuk, Urea dua dan 1 Ponska .

Baca juga :  Oknum Pegawai Rutan Kotabumi Terlibat Penyelundupan Sabu ke Lapas Kelas IIA

Sopir Mobil pengangkut berinisial M, saat dikonfirmasi awak media di rumahnya mengakui, benar adanya bahwa dia membawa pupuk tersebut, namun Sopir tersebut tidak tau menau soal harga, karena hanya sebagai jasa angkut.
Tim Media juga klarifikasi ke Kepala Desa Watubonang, Sartono Kepala Desa Watubonang merasa tidak percaya dengan kejadian itu , bahkan Sartono sendiri bilang kalau dia sendiri kesulitan untuk mencari pupuk untuk petani di wilayahnya, untuk wilayah Watubonang saja kekurangan.

Masih di tempat yang sama, Sartono selaku Kepala Desa juga berterima kasih atas informasi tersebut dan akan segera adakan rapat dengan Ketua BPD , Ketua Gapoktan,dan ketua kelompok tani se Desa Watubonang, dan hasil nya bagaimana akan mengabari ke Tim awak media.

Sampai berita ini di turunkan belum ada jawaban dari kepala Desa Watubonang. (Mrsd/Ktmn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *