Banner Berdiri Dalam Berita 2
Banner Berdiri Dalam Berita 2
banner 700x256

Diperkosa Hingga Hamil, Siswi SMA di Probolinggo Laporkan Guru Ngaji ke Polisi

Dedy Candra Widiyatmoko
Gambar WhatsApp 2024 02 17 Pukul 12.07.32 Ce3dfa9e E1708224431815
Diperkosa Hingga Hamil, Siswi SMA di Probolinggo Laporkan Guru Ngaji ke Polisi | FOTO: Ist
banner 120x600
banner 336x280

Probolinggo, News PATROLI.COM –

MH (18) siswi yang masih duduk di bangku SMA mendatangi Polres Probolinggo, pada Jum’at (16/2/2024) siang. Kedatangannya itu guna melaporkan guru ngajinya yang telah tega memperkosanya Hingga Hamil.

HM, (18) datang bersama orang tua dan keluarga itu langsung ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Probolinggo.

Paman korban SH menceritakan, kalau persetubuhan yang menyebabkan ponakannya hamil itu terjadi sejak korban duduk di kelas 3 Madrasah Tsanawiyah (MTS). Saat itu korban bersama dengan teman-temannya salat subuh berjamaah, kemudian korban dipanggil SN (50) guru ngajinya ke tempat ngaji.
Setelah sampai di tempat ngaji, korban diminta untuk melepaskan pakaiannya dan melayani nafsu bejat si guru ngaji. Korban sempat menolak permintaan pelaku, namun karena didesak dan merasa takut, korban terpaksa menuruti kemauan pelaku.

“Setalah disetubuhi, keponakan saya diancam agar jangan bilang-bilang ke siapapun. Kalau sampai bilang maka akan menyesal katanya,” ceritanya.

Baca juga : Rentenir Berkedok Koperasi Marak di Wonogiri

SH melanjutkan, jika perbuatan bejat pelaku tidak sampai disitu saja. Pelaku terus mengulangi perbuatannya hingga korban duduk di bangku kelas 3 SMA. Hingga akhirnya, pada Januari 2024 korban sempat sakit dan oleh orang tuanya dibawa ke bidan.

Setelah diperiksa di bidan, korban dinyatakan hamil sekitar tiga bulan. Sontak saja hal tersebut membuat kaget seluruh keluarga besar korban, dan meminta korban bercerita siapa yang telah menghamilinya.

“Sejak diketahui hamil, korban atau keponakannya saya sudah tidak mau masuk sekolah lagi,” katanya.

SH menambahkan, jika pihak keluarga baru melapor karena menunggu masa haid korban. Namun setelah ditunggu tidak kunjung datang, maka pihak keluarga sepakat untuk melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Probolinggo.

“Kami berharap besar kepada kepolisian untuk keadilan keponakan saya yang masa depannya sudah dirusak sama pelaku,” ujarnya penuh geram.

Diketahui, akibat perbuatan pelaku, korban sudah tidak mau sekolah lagi, gara-gara malu sama teman-temannya. (Dedy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *