Jember,NewsPatroli.com
Geger warga Lojejer Kecamatan Wuluhan Jember, Sebut Lek 28 tahun warga Krajan desa Lojejer besama tiga orang temanya yang bekerja mencari pasir diarea Sungai Bedadung. Kira pukul 04:30 wib Lik besama tiga orang temanya yang juga warga desa Lojejer berniat mencari pasir kali,tiba ditempat penambangan pasir dengan suasana remang remang, Lik melihat ada sesuatu yang mencurigakan,dilihatnya benda terapung menyerupai buah kelapa yang terapung ditepi sungai.Bergegas Dia memanggil tiga rekannya untuk memastikan sebenarnya benda apa yang terapung itu, dan setelah mereka melihat dari dekat dilihatnya mayat tanpa busana terapung dengan kondisi mengenaskan.Akhirnya keempat orang tersebut langsung kabur ketakutan dan mewurungkan niat untuk menambang pasir.

Kepala desa Lojejer Mohamad Soleh 45 tahun membenarkan hal itu,menerima laporan warga, saya langsung mendatangi lokasi dan saya lihat posisi mayat ditepi sungai Bedadung sebelah selatan dengan posisi tengkurap.Karena untuk menghindari terseret arus air sungai yang saat itu pasang, maka saya bersama kedua warga berinisiatif untuk menyeret mayat ketepi sebelah utara menggunakan perahu kecil, dan menutupi jasat mayat tersebut dengan sarung, karena kondisi mayat saat itu telanjang bulat/ tanpa busana.Waraga yang berada dilokasi berdatangan melihat,namun tidak ada yang mengenali siapa mayat ini, maklum kondisi sudah busuk dan bengkak dengan wajah rusak cukup parah.Namun akhirnya ada salah satu warga yang mengenali korban setelah melihat telinga mayat sebelah kanan yang ada kelainan sejak kecil, dari situlah mulai diketahui bahwa jasat itu adalah “T” 25 tahun warga dusun Sulakdoro Desa Lojejer.Saya perintahkan pada salah satu perangkat saya untuk mendatangi keluarga korban.Selang seteng jam kemudian datang tiga orang anggota keluarga,antara lain Ruk (ibu korban) Ribut (bapak korban) dan Sipah (nenek korban). Setelah melihat jasat korban ketiga anggota keluarga ini meyakinkan kalau ini adalah Mohamad Rafi alias To ing salah satu anggota keluarganya.saya merasa lega karena identitas mayat sudah diketahui, karena sepertinya ada yang tidak wajar, saya tidak mau ambil resiko ,makanya saya menyarankan pada keluarga korban untuk dilakukan visum dan menyerahkan hal ini pada aparat penegak hukum.papar Soleh
Hasil investigasi News Patroli pada keluarga korban(32/5) Ribut 48 tahun bapak korban menjelaskan, selama ini anaknya bekerja serabutan, kadang membajak sawah dengan tlaktor terkadang juga mencari ikan dilaut .Almarhum manerut saya adalah anak yang sejak kecil biasa mandiri, mungkin melihat kondisi ekonomi keluarga yang seperti ini, tutur Ribut.Terkait kejadian kemarin, itu berawal pada hari Kamis 27 Mei 2021, selepas magrib almarhum sempat pamit mau kerumah juragan tempat Dia bekerja dilaut, rumahnya berada didesa Puger. Dengan mengendarai sepeda motor butut dia berangkat kerumah juragannya, namun lebih sehari semalam Dia kok tidak pulang, …???.sebagai orang tua pasti saya merasa cemas dan mencari tahu pada teman temannya dimana keberadaan Dia.Akhirnya saya melanjutkan mencari diwarung tempat dia biasa nongkrong yang juga tak jauh dari rumah.diwarung tersebut saya hanya menemukan sepeda motor yang dia naiki, dan saat saya bertanya pada beberapa orang yang ada diwarung tentang keberadaan anak saya, mereka semua tidak tahu, akhirnya sayapun pulang sambil membawa pulang sepeda motor tersebut dengan persaan semakin gelisah.Hari Sabtu 29 Mei 2021 pagi hari ada perangkat desa (bayan) datang kerumah memberi informasi bahwa ada mayat laki laki terapung disungai Bedadung, dengar info itu saya bergegas datang kelokasi, dan setelah saya lihat Ya Allah ini benar anak saya…..Rafi / To ing.pungkasnya

Melihat kondisi jasat korban yang sangat mengenaskan, naluri mengatakan sepertinya ada sesuatu yang tidak wajar akan kematian anaknya. Memang awalnya Ribut bapak korban meminta untuk tidak diautopsi dan langsung dimakamkan saja, namun setelah mendapat pertimbangan dari keluarga dan perangkat ( kades) juga aparat kepolisian, akhirnya diputuskan untuk dilakukan autopsi. Dan menyerahkan kasus ini pada pihak aparat penegak hukum.
Kematian memang sudah menjadi takdir Tuhan, namun jawaban apa yang menjadi penyebab kematian inilah yang selalu dinanti keluarga korban. (SGH)










