banner 700x256

Elpiji 3 Kg Langkah di Probolinggo, Pemkab bersama Pertamina Sidak ke Sejumlah Pangkalan

banner 120x600
banner 336x280

Probolinggo – News PATROLI.COM –

Akibat Kelangkaan elpiji 3 kg saat ini Harganya melambung tinggi hingga mencapai Rp 25 ribu per tabung, Itupun Jauh di atas HET yang hanya Rp 16 ribu.

Akhirnya Pemkab Probolinggo bersama Pertamina pun sidak ke sejumlah tempat untuk merespons kondisi itu, Jumat (28/7) pagi. Sidak dilakukan oleh Asisten II Pemkab Probolinggo, Kabag Perekonomian, dan Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten Probolinggo bersama tim dari Pertamina.

Lima tempat didatangi yaitu, tiga pangkalan elpiji yang berada di Krejengan, Pajarakan, dan Kraksaan. Kemudian, dua tempat lainnya ialah dua resto, yakni Resto Heppy Kraksaan dan Warung Mbak Sri Leces.

Kabag Perekonomian dan SDA Kabupaten Probolinggo Jurianto menjelaskan, selama sidak tidak ditemukan kendala penyaluran elpiji bersubsidi di sejumlah pangkalan. Semuanya aman.

“Rata-rata tiap pekan, pangkalan mendapat kiriman 150-250 tabung elpiji. Stoknya juga masih ada,” katanya usai sidak.

Sementara dua resto yang didatangi saat sidak, tidak memakai tabung gas melon. Semuanya menggunakan Bluegas atau nonsubsidi.

Berdasarkan sidak itu, pihaknya belum dapat memastikan mengapa terjadi gejolak di masyarakat akibat tabung gas elpiji 3 kg susah didapat. Di sisi lain, sampai Juli, serapan kuota masih 48 persen dari 27.533 metrik ton/MT atau kurang lebih 9.177.667 tabung.

Baca juga :  Wabup Nurul Azizah Tinjau Program BKKD di Desa Mojoranu, Apresiasi UMKM Lokal

“Harusnya kan cukup, karena serapannya belum sampai separo dari kuota,” ujarnya.

masyarakat diminta untuk tidak panik. Sebab, Pertamina menambah kuota tabung gas elpiji di Jawa Timur. Termasuk di Kabupaten Probolinggo.

“Alhamdulillah, besok Kabupaten Probolinggo mendapat tambahan tabung elpiji. Jadi, masyarakat tidak perlu panik. Juga tidak perlu menambah tabung gas. Kami juga minta pada pangkalan agar tidak melakukan jual beli tabung gas tanpa data yang jelas,” ujarnya.

Perihal tingginya harga gas elpiji saat ini, Juri menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti hal itu. Dia juga menyarankan agar masyarakat membeli di pangkalan yang dijual Rp 16 ribu per tabung. Sesuai dengan HET.

“Bisa langsung beli di pangkalan. Kalau di tingkat pengecer harganya Rp 18 ribu sampai Rp 19 ribu,” lanjutnya.

Andika, warga Kecamatan Tiris mengaku, harga elpiji subsidi di wilayahnya mencapai Rp 25 ribu per tabung. Naik dari harga normal. Selain itu, saat ini gas elpiji subsidi susah didapat.
“Harga di Tiris ini belum seberapa. Di tempat lain ada yang sampai Rp 29 ribu. Di daerah Maron dan Wangkal harganya juga ada yang Rp 25 ribu,” Ungkapnya. (Dedy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *