Situbondo – News PATROLI.COM –
Empat rumah dan satu toko di Dusun Tanjung Geger, RT 02/ RW 04, Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo terbakar sekitar pukul 10.00 Wib. Api dan kepulan asap tebal terlihat pertama kali oleh Pak Ashari (35) dan Pak Marsub (31) dari rumah Pak Ilham. Api dengan cepat merembet ke rumah lainnya dan sebuah toko juga ikut terbakar.
Sementara itu, Jumaati yang rumahnya berdekatan dengan lokasi yang saat itu sedang bersantai di teras, bergegas keluar menyelamatkan diri saat mengetahui rumah di sebelahnya terbakar.
“Warga yang mengetahui kebakaran tersebut langsung berdatangan dan bergotong royong berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Sruwi Hartanto, Kamis (2/11/2023).
Beruntungnya, mobil pemadam kebakaran yang dihubungi warga segera merespon. Tak berselang berapa lama, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kebakaran dan melakukan pemadaman dan pembasahan.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” ujarnya.
Kata Sruwi, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Kerugian materi yang dialami korban kebakaran diperkirakan mencapai hampir Rp400 juta, karena ada sebuah toko sembako yang ikut terbakar.
“Toko sembako itu kerugiaannya lebih dari Rp200 juta,” bebernya.
Adapun data rumah semi permanen dan sebuah toko yang terbakar dan mengalami rusak total di antaranya, rumah Pak Sanadin (77) kerugiannya diperkirakan Rp 40 juta. Pak Sanadin juga mengalami luka bakar di bagian punggungnya.
Rumah dan toko sembako milik Pak Ilham Hadi (37), taksiran kerugian mencapai Rp 200 juta. Pemilik rumah juga mengalami luka bakar di bagian tangan saat mau menyelamatkan barangnya.
“Dua orang korban yang mengalami luka yaitu Pak Ilham dan Pak Syakur, menjalani perawatan di Puskesmas Mangaran,” ucap Sruwi.
Selanjutnya rumah milik Tolak Endin (49) kerugiannya diperkirakan mencapai Rp40 juta. Selanjutnya rumah Suriyati (44) yang mengalami rusak total dengan taksiran kerugian mencapai Rp40 juta. (Dedy/Red)