Kota Blitar – NewsPATROLI.COM –
Sistem keamanan di Rumah Sakit (RS) Mardiwaluyo Kota Blitar menjadi sorotan setelah terjadi kasus kehilangan 4(empat) unit telepon genggam milik pasien dalam satu hari di ruang rawat inap Melati. Peristiwa tersebut memicu kekecewaan dari para korban yang merasa keamanan barang milik pasien kurang mendapat perhatian.
Salah satu korban, Ndari, mengaku sangat kecewa atas kejadian yang menimpanya. Ponsel miliknya dilaporkan hilang saat berada di ruang perawatan Melati 1 bersama dua pasien lain yang juga mengalami kehilangan serupa.
“Kami sangat kecewa. Dalam satu ruangan bisa sampai tiga HP hilang dalam satu hari. Padahal kami sedang menjalani perawatan dan berharap ada rasa aman,” ujar Ndari saat ditemui, Jumat.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi pasien maupun keluarga yang sedang menjaga. Ia menilai sistem pengawasan dan keamanan di lingkungan rumah sakit perlu dievaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Para korban pun telah melaporkan peristiwa kehilangan tersebut ke pihak kepolisian. Laporan resmi telah disampaikan ke Polsek Sananwetan guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan tindak pencurian di lingkungan rumah sakit.
“Kami sudah melaporkan ke Polsek Sananwetan agar kasus ini bisa ditindaklanjuti. Harapan kami pelaku bisa segera ditemukan,” tambahnya.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan publik yang seharusnya memberikan rasa aman bagi pasien maupun keluarga.
Dengan adanya kejadian kehilangan dalam jumlah lebih dari satu korban dalam satu ruangan, masyarakat berharap pihak manajemen rumah sakit segera melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan, termasuk pengawasan di ruang rawat inap.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak manajemen RS Mardiwaluyo diharapkan dapat memberikan klarifikasi sekaligus memperkuat sistem pengamanan guna menjamin kenyamanan serta keamanan pasien yang menjalani perawatan.(tri)












