Sumenep – News PATROLI.COM –
Pemerintah Kabupaten Sumenep menyambut perayaan Idul Fitri 1446H mengambil langkah progresif dengan menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 15 Tahun 2025 tentang Pengendalian Sampah selama Lebaran.
Surat Edaran ini, menjadi panduan strategis dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mengendalikan lonjakan volume sampah yang biasanya meningkat drastis selama perayaan hari raya.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar imbauan, melainkan gerakan kolektif yang harus diimplementasikan oleh seluruh elemen masyarakat.
“Kita ingin menjadikan Lebaran kali ini lebih bermakna, tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga dari aspek kepedulian terhadap lingkungan. Jangan sampai euforia Idul Fitri justru meninggalkan tumpukan sampah yang mencemari tanah kita,” ujar Bupati Fauzi saat memberikan pernyataan resmi, Senin (24/03/2025).
Surat Edaran tersebut menargetkan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pengelolaan sampah berbasis komunitas, serta optimalisasi tempat pembuangan sampah sementara (TPS3R).
Selain itu, Pemkab Sumenep juga merencanakan program unggulan, yaitu “Mudik Minim Sampah” dan “Lebaran Minim Sampah”.
- Mudik Minim Sampah
Pemasangan baliho, spanduk, dan videotron di titik strategis untuk mengingatkan pemudik agar lebih bertanggung jawab terhadap sampah mereka.
Penyediaan posko sampah di terminal, pelabuhan, dan rest area guna memudahkan pemudik membuang sampah secara terpilah.
Petugas kebersihan keliling akan ditempatkan di jalur mudik utama untuk menjemput sampah dari kendaraan yang tidak sempat berhenti.
- Lebaran Minim Sampah
Masyarakat dihimbau untuk menggunakan wadah makanan yang bisa dipakai ulang, termasuk dalam tradisi hantaran Lebaran.
Konsep “Zakat Minim Sampah” diterapkan dengan mendorong penggunaan kemasan ramah lingkungan.
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri ramah lingkungan, dengan jamaah diimbau membawa sajadah sendiri dan menghindari penggunaan botol plastik sekali pakai di area ibadah.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi menegaskan bahwa kebijakan ini akan diperkuat dengan pengawasan lapangan yang melibatkan OPD, camat, lurah, hingga kelompok masyarakat.
Tak hanya itu, Pemkab Sumenep juga akan mengintegrasikan data sampah yang dikelola selama Lebaran ke dalam Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Kami ingin membuktikan bahwa kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi juga budaya masyarakat Sumenep. Oleh karena itu, edukasi akan terus kami gencarkan melalui media sosial, baliho, hingga sosialisasi langsung di lapangan,” lanjutnya.
Sebagai bagian dari kampanye besar ini, Pemkab Sumenep mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan Mudik Minim Sampah2025 dan Lebaran Minim Sampah.
Langkah inovatif ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam upaya pengelolaan sampah berbasis partisipasi publik.
“Lebaran adalah momen kemenangan. Mari kita jadikan tahun ini sebagai kemenangan bagi lingkungan kita juga. Dengan langkah kecil dari setiap individu, kita bisa menciptakan perubahan besar,” tutup Bupati Fauzi.
Dengan program yang terencana matang dan semangat kolaborasi yang tinggi, Sumenep bukan hanya bersiap menyambut hari kemenangan, tetapi juga kemenangan bagi lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari. Idul Fitri tak hanya tentang kembali fitri, tetapi juga tentang kembali peduli. (Hen)