Jember – News PATROLI.COM –
Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Jember lakukan sosialisasi langsung di lahan kepada para petani menjelang panen raya padi, hal ini bertujuan agar petani lebih perhatikan terhadap tanaman padi yang siap panen dan yang belum siap panen hal ini juga sangat penting disosialisasikan menyangkut kualitas beras dan nasi yang kembali akan dikonsumsi oleh rakyat Indonesia secara luas nantinya.
Moh. Sholeh SH. MSI selaku ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia HKTI Kabupaten Jember Jawa Timur pada hari Minggu 23/03/2025 pukul 09.00 wib terjun turun langsung ke sawah berikan sosialisasi kepada petani yang ada di Jember selatan tepatnya diwilayah kecamatan Puger kabupaten Jember Jatim.
Ketua HKTI Jember memberikan edukasi serta pemahaman kepada para petani agar tidak terburu buru memanen tanaman padi agar supaya hasil panen maksimal dan kualitas padi bagus sehingga nantinya menghasilkan kualitas beras yang bermutu tinggi dan bisa nikmati oleh masyarakat Indonesia secara luas l,dengan hasil panen yang berkualitas otomatis langsung bisa diserap oleh Bulog, Sholeh juga menyampaikan kepada para petani yang hadir agar hal ini di gethuk tularkan kepada petani yang lain agar turut serta menjaga swasembada pangan sesuai Asta cita yang disampaikan bapak Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto.
“Saya Moh. Sholeh ketua HKTI Kabupaten Jember pagi ini saya langsung sosialisasi diwilayah Jember selatan tepatnya di kecamatan Puger memberikan atau mengingatkan kepada petani Jember menjelang panen raya bahwasanya dalam penyerapan gabah yang dilakukan oleh Bulog bekerja sama dengan TNI Kodim 0824 yang dipandegani oleh bapak Dandim ini memberikan masukan dan saran kepada petani bahwasanya padi yang siap panen dan padi yang belum siap panen”tutur Sholeh pada awak media News Patroli

“Dan syukur Alhamdulillah tadi kita bertemu dengan beberapa petani kita sampaikan langsung dilahan pertanian bahwa padi yang siap panen dan padi yang belum siap dipanen jadi kita berikan edukasi bahwa dalam memanen padi harus betul betul yang padi siap panen yang nanti akan diserap oleh Bulog dan padi yang masih belum siap dipanen jangan sampai dipanen sehingga nanti kualitasnya kurang bagus dampaknya kepada siapa kepada rakyat lagi kepada masyarakat lagi karena apa padi yang dari petani ini diserap oleh Bulog dari Bulog nanti dimanfaatkan digunakan untuk kepentingan rakyat oleh pemerintah nantinya dijadikan beras dan beras dimasak jadi nasi dikonsumsi oleh rakyat kembali apabila padi yang belum siap panen dijual ke Bulog otomatis dampaknya kepada rakyat kembali karena apa kualitas berasnya kurang baik sehingga nantinya dikonsumsi oleh masyarakat nasinya juga kurang baik”tambahnya
Lebih lanjut Sholeh mengatakan, “Disinilah pentingnya kita memberikan edukasi memberikan pemahaman kepada petani secara langsung kita bukan seremoni tapi kita langsung kepada petani dilahan agar supaya memanen padi ini harus yang benar benar siap panen yang belum siap panen tolong ditunggu dulu dan dari Bulog Jember bersama dengan TNI yaitu kodim 0824 dan HKTI Jember selalu mengawal dan mengawasi dalam penyerapan gabah di kabupaten Jember untuk petani sehingga apa mutunya kabupaten Jember menjadi kabupaten yang swasembada pangan dan juga menjaga kedaulatan pangan sesuai apa disampaikan di Asta cita Bapak Presiden Bapak Prabowo Subianto”pungkas Moh. Sholeh selaku ketua HKTI Kabupaten Jember. (Dik)