Jember – News PATROLI.COM –
Semangat kolaborasi gerakan penanaman 30 bibit alpukat sebagai langkah nyata mewujudkan madrasah berbasis lingkungan dan produktif menuju Madrasah Agrowiyata. (14/3/2026).
Kegiatan ini melibatkan kepala madrasah, dewan guru, karyawan, serta siswa yang turun langsung ke lahan dengan penuh antusias. Penanaman dipandu oleh tim ahli dari Putra Jaya Farm bersama mahasiswa magang dari Fakultas Pertanian UNEJ. Suasana gotong royong begitu terasa cangkul berpindah tangan, tanah diratakan, pupuk organik ditaburkan, lalu bibit-bibit alpukat ditanam dengan harapan besar di setiap lubang tanamnya.
Kepala MTsN 5 Jember,” Enike Kusumawati” menyampaikan bahwa penanaman ini bukan sekadar kegiatan simbolik atau mengejar produktivitas hasil panen di masa depan. Lebih dari itu, lahan belakang madrasah diarahkan menjadi laboratorium pembelajaran terbuka. “Kami berharap area ini menjadi ruang belajar kontekstual, tempat siswa memahami sains secara nyata, sekaligus menjadi ruang penelitian yang memberi manfaat lebih luas,” ungkap Enike.
Lebih lanjut mengatajkan, ” Sebagai madrasah Adiwiyata, MTsN 5 Jember terus menanamkan nilai peduli dan berbudaya lingkungan dalam setiap programnya. Penanaman alpukat ini terintegrasi dengan pembelajaran IPA tentang pertumbuhan tanaman, IPS dalam konteks kewirausahaan dan ekonomi produktif, Pendidikan Agama tentang amanah menjaga bumi, serta penguatan karakter melalui kerja sama dan tanggung jawab. Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengalami proses menanam, merawat, hingga kelak memanen hasilnya.
Bagi mahasiswa magang, kegiatan ini menjadi wahana praktik lapangan sekaligus pengabdian berbasis edukasi. Mereka mendampingi siswa memahami teknik penanaman yang benar, mulai dari pemilihan media tanam, jarak tanam ideal, hingga perawatan awal pascatanam. Sinergi antara madrasah dan perguruan tinggi ini diharapkan menjadi model kolaborasi pendidikan berkelanjutan.
Ke depan, lahan belakang MTsN 5 Jember dirancang sebagai kawasan agrowiyata terpadu tidak hanya alpukat, tetapi juga tanaman produktif lain yang ramah lingkungan. Dengan sistem pengelolaan berbasis ekosistem sekolah hijau, area ini akan menjadi ruang penelitian sederhana bagi siswa, tempat praktik kewirausahaan, hingga pusat edukasi lingkungan bagi warga sekitar.
Tiga puluh bibit alpukat hari itu bukan sekadar tanaman muda yang tertanam di tanah. Ini adalah simbol komitmen: menanam ilmu, menumbuhkan karakter, dan memanen masa depan. Di tangan generasi yang peduli lingkungan, Madrasah Agrowiyata bukan sekadar program melainkan gerakan yang terus bersemi.















