Pemkab Sidoarjo Kebut Frontage Road Buduran, Target Dibuka Saat Tahun Baru 2027

banner 120x600
banner 336x280

Sidoarjo – News PATROLI.COM –

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus mempercepat penyelesaian pembangunan frontage road (FR) untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama Waru menuju Kota Sidoarjo. Salah satu langkah yang kini dikebut adalah penuntasan pembangunan frontage road ruas Buduran, yang ditargetkan sudah dapat dibuka dan dimanfaatkan masyarakat menjelang libur Tahun Baru 2027.

Percepatan pembangunan tersebut dilakukan dengan menuntaskan persoalan bangunan terakhir yang masih berada di area persimpangan jalan. Untuk itu, Pemkab Sidoarjo menggandeng PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI serta Kejaksaan Negeri Sidoarjo guna mempercepat proses pembongkaran sehingga pekerjaan fisik jalan dapat segera dilaksanakan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo, Mohammad Machmud, mengatakan koordinasi lintas instansi telah dilakukan secara intensif untuk memastikan proses pembongkaran berjalan sesuai kesepakatan.

Menurutnya, penyelesaian persoalan di lokasi tersebut menjadi salah satu tahapan penting untuk mengejar target pembangunan frontage road Buduran agar bisa segera dimanfaatkan masyarakat.

“Pemkab Sidoarjo memproyeksikan seluruh ruas jalan pendukung tersebut beroperasi secara penuh untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat menjelang libur Tahun Baru 2027,” kata Machmud, Jumat (9/10/2026).

Machmud menjelaskan, percepatan pembongkaran bangunan terakhir merupakan hasil koordinasi komprehensif antara Pemkab Sidoarjo, PT KAI, Kejaksaan Negeri Sidoarjo, serta tim teknis yang terlibat dalam pelaksanaan proyek.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyamakan langkah sekaligus memastikan setiap tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan.

“Kami sudah melakukan rapat koordinasi secara komprehensif, baik dari pihak KAI, Kejaksaan, maupun tim teknis terkait. Dari hasil pertemuan tersebut, telah disepakati bahwa paling lambat pada hari Senin mendatang, bangunan terakhir ini sudah selesai dibongkar secara total,” ungkapnya.

Sesuai kesepakatan tersebut, pembongkaran bangunan di lokasi ditargetkan tuntas paling lambat Senin (12/10/2026). Setelah bangunan selesai dibongkar dan area dinyatakan bersih, tim teknis akan langsung melakukan pematangan serta penataan tanah sebagai tahap persiapan konstruksi jalan.

Tahapan ini menjadi penting karena pekerjaan fisik baru dapat dikejar secara optimal setelah lahan siap digunakan. Dengan demikian, waktu pengerjaan yang tersisa dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan konstruksi sesuai target akhir tahun.

Machmud menegaskan, Pemkab Sidoarjo berupaya memastikan proses pembangunan berjalan tertib, termasuk dalam penyelesaian administrasi dan pengelolaan aset yang berkaitan dengan pembongkaran bangunan tersebut.

Terkait status kepemilikan lahan, ia menyampaikan bahwa seluruh material sisa pembongkaran akan dikembalikan dan diserahkan secara tertib kepada PT KAI selaku pemilik resmi aset di lokasi.

“Seluruh material sisa pembongkaran bangunan akan dikembalikan dan diserahkan secara tertib kepada PT KAI selaku pemilik resmi atas lahan tersebut,” jelasnya.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari penyelesaian pekerjaan yang tidak hanya berorientasi pada percepatan fisik, tetapi juga memperhatikan ketertiban pengelolaan aset dan koordinasi antarlembaga.

Panjang 350 Meter, Pekerjaan Dibagi Dua Segmen
Proyek frontage road ruas Buduran memiliki panjang sekitar 350 meter dengan lebar badan jalan berkisar antara 7 hingga 8 meter.
Pembangunannya dibagi menjadi dua segmen utama, yang masing-masing membentang sepanjang kurang lebih 150 meter.

Dengan dimensi tersebut, ruas jalan ini diharapkan dapat menjadi bagian penting dari jaringan jalan pendukung yang menghubungkan kawasan Waru dengan wilayah perkotaan Sidoarjo.

Selama ini, koridor Waru–Sidoarjo menjadi salah satu jalur dengan tingkat mobilitas kendaraan yang tinggi. Kepadatan kerap terjadi pada jam-jam sibuk, terutama ketika masyarakat berangkat dan pulang bekerja, serta pada akhir pekan ketika aktivitas perjalanan meningkat.

Baca juga :  Semarak HUT ke-81 RI di Desa Boro, Turnamen Volly Antar-RT Perebutkan Hadiah Total Rp100 Juta

Keberadaan frontage road Buduran diharapkan mampu membantu mendistribusikan arus kendaraan sehingga beban lalu lintas pada jalur utama dapat berkurang. Namun, manfaat tersebut akan sangat bergantung pada penyelesaian konstruksi dan kesiapan ruas jalan untuk dioperasikan sesuai perencanaan.

Karena itu, Pemkab Sidoarjo menyusun tahapan pekerjaan secara terukur agar setiap proses dapat diselesaikan sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan.

Setelah pembongkaran bangunan terakhir selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pembersihan dan penataan lahan. Pemkab Sidoarjo menargetkan seluruh proses tersebut rampung pada awal Desember 2026.

Tahapan berikutnya adalah pengerjaan konstruksi jalan hingga pengaspalan. Pekerjaan fisik akan dilanjutkan setelah penataan lahan selesai, dengan target penyelesaian pada pertengahan Desember 2026.

Jadwal tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan agar frontage road Buduran tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga siap memasuki tahap uji coba sebelum dibuka untuk masyarakat.

“Setelah itu, uji coba dan operasional penuh diharapkan bisa sebelum libur Tahun Baru,” lanjut Machmud.

Dengan target tersebut, pelaksanaan pekerjaan membutuhkan koordinasi yang berkelanjutan antara perangkat daerah terkait, tim teknis, serta pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dengan lokasi pembangunan.

Penyelesaian setiap tahapan secara tepat waktu diharapkan dapat menghindari keterlambatan yang berpotensi mengganggu target operasional. Terlebih, momentum libur akhir tahun biasanya diikuti peningkatan mobilitas masyarakat, baik untuk kegiatan keluarga, perjalanan wisata, maupun aktivitas lainnya.

Oleh sebab itu, percepatan penyelesaian frontage road Buduran menjadi salah satu pekerjaan yang dikejar Pemkab Sidoarjo dalam rangka meningkatkan kelancaran konektivitas jalan.

Kehadiran frontage road Buduran diproyeksikan menjadi jalur penghubung penting untuk membantu menampung limpahan arus kendaraan dari koridor utama Waru–Sidoarjo. Jalur ini diharapkan memberikan alternatif pergerakan kendaraan sehingga distribusi lalu lintas menjadi lebih baik.

Selama ini, kepadatan kendaraan di jalur utama tidak hanya terjadi pada hari kerja, tetapi juga dapat meningkat saat akhir pekan dan masa liburan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kelancaran mobilitas masyarakat yang melintasi kawasan tersebut setiap hari.

Melalui pembangunan frontage road, Pemkab Sidoarjo berupaya menambah dukungan infrastruktur jalan untuk mengimbangi kebutuhan pergerakan kendaraan yang terus berkembang.

Meski demikian, efektivitas jalur baru tersebut nantinya akan ditentukan oleh kesiapan konstruksi, pengaturan akses, serta pola pergerakan kendaraan setelah jalan dibuka. Karena itu, penyelesaian pembangunan menjadi tahapan penting sebelum manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Machmud menegaskan, pihaknya berupaya mengejar seluruh tahapan pekerjaan agar frontage road Buduran dapat dimanfaatkan sesuai target. Penyelesaian pembongkaran bangunan, penataan lahan, konstruksi, hingga pengaspalan harus berjalan berurutan dan sesuai jadwal.

Pemkab Sidoarjo berharap kolaborasi dengan PT KAI dan Kejaksaan Negeri Sidoarjo dapat membantu mempercepat penyelesaian pekerjaan yang selama ini masih membutuhkan penuntasan di lapangan.

Dengan demikian, pembangunan tidak berhenti pada penyelesaian persoalan lahan, tetapi dapat segera berlanjut pada tahap konstruksi hingga siap digunakan.

“Dengan selesainya pengerjaan sesuai target, saat libur Tahun Baru mendatang masyarakat sudah bisa memanfaatkan jalur ini secara penuh dari arah Waru langsung menuju Sidoarjo tanpa hambatan,” pungkasnya.

Penyelesaian frontage road Buduran diharapkan menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Sidoarjo. Jika seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai jadwal, masyarakat diharapkan memperoleh tambahan akses jalan yang mendukung mobilitas, khususnya pada koridor Waru menuju Kota Sidoarjo menjelang pergantian tahun. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *