Sidoarjo – News PATROLI.COM –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim hujan. Sebanyak kurang lebih 38 titik rumah pompa disiagakan untuk mempercepat penanganan genangan air di sejumlah wilayah.
Tak hanya memastikan seluruh pompa dalam kondisi siap beroperasi, Pemkab Sidoarjo juga meningkatkan kapasitas penyedotan di tiga rumah pompa, yakni Rumah Pompa Sidokare, Lippo, dan Banjarpoh.
Salah satu peningkatan kapasitas dilakukan di Rumah Pompa Sidokare I dan II. Dari sebelumnya hanya mengandalkan satu unit pompa berkapasitas 200 liter per detik, kini akan ditambah satu unit pompa berkapasitas 1.000 liter per detik.
Dengan penambahan tersebut, total kemampuan penyedotan Rumah Pompa Sidokare nantinya mencapai 1.200 liter per detik.
Namun, pembangunan tambahan kapasitas Rumah Pompa Sidokare masih dalam tahap pengerjaan. Progres pekerjaan tersebut menjadi perhatian Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana SAP saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Senin pagi (28/9/2026).
Dalam sidak tersebut, Wabup Mimik menegaskan bahwa Pemkab Sidoarjo telah berupaya maksimal dalam mengatasi persoalan banjir dan genangan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membangun rumah pompa baru sekaligus meningkatkan kapasitas rumah pompa yang sudah ada.
Karena itu, Mimik meminta pengerjaan Rumah Pompa Sidokare dapat dipercepat dan tidak menunggu hingga batas akhir kontrak pada Desember mendatang.
“Saya mohon bisa dipercepat dari target bulan Desember. Karena ini sudah mendekati musim hujan. Kasihan warga sini,” pintanya.
Meski progres pekerjaan tercatat surplus 0,8 persen dari target, Mimik mengaku kecewa melihat perkembangan pembangunan rumah pompa tersebut. Sejak kontrak ditandatangani pada 28 Agustus 2026, pekerjaan yang telah dilakukan kontraktor pelaksana baru berupa pemancangan mini pile untuk lantai rumah pompa.
Kondisi tersebut semakin tersendat karena konsultan pengawas meminta sejumlah material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi untuk diganti. Material tersebut harus dikeluarkan dari lokasi proyek sebelum digantikan dengan material yang sesuai.
Mimik menegaskan, apabila pekerjaan tidak diselesaikan sesuai ketentuan, kontraktor pelaksana dapat dikenai sanksi tegas.
“Kalau ini masih belum selesai, ya sanksinya di-black list. Jangan sampai digunakan lagi,” tegasnya.
Menurut Mimik, pekerjaan yang menggunakan anggaran negara harus dilaksanakan secara profesional dan amanah. Kontraktor tidak boleh main-main dalam menggunakan dana APBD karena setiap pembangunan harus memperhatikan kekuatan konstruksi sekaligus fungsi bangunan.
Ia juga meminta pengawasan terhadap proyek pembangunan di Kabupaten Sidoarjo diperketat, termasuk melalui peran Inspektorat.
“Saya mohon Inspektorat lebih ketat lagi mengawasi setiap proyek di Kabupaten Sidoarjo. Ke depannya pembangunan ini harus lebih baik lagi,” ujarnya.
Mimik bahkan meminta Inspektorat Sidoarjo memanggil seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Rumah Pompa Sidokare, baik pengawas maupun pelaksana pekerjaan. Proyek rumah pompa dengan nilai anggaran lebih dari Rp2 miliar tersebut akan terus dipantaunya.
“Nanti saya minta Inspektorat memanggil semua pengawas dan pemborong,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Drainase Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (BM SDA) Sidoarjo, Herwindo Widiyanto, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas Rumah Pompa Sidokare merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam mengurangi genangan air di kawasan Kecamatan Sidoarjo.
Rumah Pompa Sidokare yang sebelumnya memiliki satu unit pompa dengan kapasitas 200 liter per detik akan ditambah satu unit pompa baru berkapasitas 1.000 liter per detik.
Dengan demikian, dua unit pompa tersebut nantinya memiliki kemampuan total penyedotan hingga 1.200 liter per detik.
“Jadi, nanti dua pompa ini mampu mengurangi volume genangan air sampai 1.200 liter per detik,” ujar Herwindo saat mendampingi Wabup Mimik Idayana.
Herwindo mengatakan peningkatan kapasitas juga dilakukan pada dua rumah pompa lainnya, yakni Rumah Pompa Lippo dan Banjarpoh. Langkah tersebut diarahkan untuk mempercepat proses pengurangan genangan, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Selain meningkatkan kapasitas, Pemkab Sidoarjo juga memastikan rumah-rumah pompa yang telah tersedia dalam kondisi siap digunakan menghadapi musim hujan.
Saat ini terdapat kurang lebih 38 titik rumah pompa yang disiagakan untuk mengatasi genangan air. Puluhan unit pompa tersebut disebut berada dalam kondisi baik karena mendapatkan perawatan secara rutin.
“Kita rutin melakukan perawatan. Seminggu dua kali pompa kita panasi sekaligus dicek fungsinya,” jelas Herwindo.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Pengawasan Proyek Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo, Yusuf, menjelaskan progres pembangunan Rumah Pompa Sidokare saat ini mencapai 1,6 persen.
Angka tersebut berada 0,8 persen di atas rencana progres yang seharusnya mencapai 0,8 persen pada periode tersebut.
Menurut Yusuf, progres pekerjaan tersebut berasal dari kegiatan pemancangan mini pile yang dilakukan selama sekitar satu bulan sejak kontrak pekerjaan dimulai.
“Satu bulan itu pemancangan untuk mini pile. Jadi, progres 1,6 persen itu ya progres dari mini pile itu,” ucap Yusuf.
Ia menjelaskan, pekerjaan pemancangan mini pile sebenarnya tidak membutuhkan waktu terlalu lama. Jika dikerjakan secara optimal, pekerjaan tersebut diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu.
Namun, proses pembangunan berikutnya belum dapat berjalan maksimal karena material yang dibutuhkan belum seluruhnya tiba di lokasi. Selain itu, terdapat material yang dinilai tidak sesuai spesifikasi sehingga harus dikembalikan dan diganti dengan material yang memenuhi ketentuan.
Kondisi tersebut turut memengaruhi kecepatan pengerjaan proyek di lapangan.
“Material yang tidak sesuai ini harus diangkut keluar. Nah, saya sudah komplain. Langsung didatangkan lagi yang sudah sesuai ini. Jadi, material sudah siap. Pekerja tinggal buat merakit pembesiannya,” terang Yusuf.
Pemkab Sidoarjo kini menaruh perhatian terhadap percepatan pembangunan Rumah Pompa Sidokare tersebut. Terlebih, musim hujan mulai mendekat dan keberadaan tambahan kapasitas pompa diharapkan dapat memperkuat sistem pengendalian genangan di wilayah Kecamatan Sidoarjo.
Dengan kesiapan 38 titik rumah pompa serta peningkatan kapasitas di tiga lokasi strategis, Pemkab Sidoarjo menargetkan sistem drainase dan pompa dapat bekerja optimal ketika curah hujan meningkat.
Di sisi lain, pengawasan terhadap pembangunan Rumah Pompa Sidokare menjadi sorotan penting agar proyek yang dibiayai APBD tersebut tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga menghasilkan bangunan yang kuat, berfungsi optimal, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. (Gus)
















