Situbondo, News PATROLI.COM –
Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso bekerja sama dengan pengelola wisata alam Beach Forest menyelenggarakan Pengajian Umum Beach Forest Bersholawat 2 dan Doa Bersama dalam rangka mengawali Tahun 2026. Kegiatan keagamaan tersebut dirangkai dengan peringatan Anniversary Beach Forest serta Haul Masyaikh Sukorejo dan dilaksanakan di kawasan Wisata Alam Beach Forest, Jalan Raya Pasir Putih, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Kamis (01/01).
Kegiatan yang mengusung tema “Kepedulian terhadap Alam adalah Langkah Awal Menyelamatkan Masa Depan” ini dihadiri ribuan jamaah sholawat dari Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo serta masyarakat umum dari berbagai wilayah. Tingginya antusiasme jamaah mencerminkan besarnya dukungan masyarakat terhadap kegiatan keagamaan yang dipadukan dengan pesan pelestarian lingkungan dan penguatan nilai-nilai spiritual.
Pengajian umum tersebut menghadirkan penceramah utama Kyai Haji Raden (K.H.R.) Achmad Azaim Ibrahimy, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, yang didampingi oleh Majelis Al-Karomah. Lantunan sholawat yang dipimpin oleh majelis sholawat berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, menciptakan suasana religius sekaligus menyejukkan di kawasan wisata alam Beach Forest.
Administratur Perum Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Beach Forest Bersholawat merupakan wujud nyata sinergi antara Perhutani, pengelola wisata, dan masyarakat dalam membangun keseimbangan antara pengelolaan hutan, pengembangan wisata alam, serta penguatan nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, pendekatan spiritual dan kultural memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian alam.
“Kawasan hutan dan wisata alam tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga nilai sosial, budaya, dan spiritual. Melalui kegiatan bersholawat dan doa bersama ini, kami berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa menjaga alam merupakan bagian dari ibadah serta tanggung jawab moral manusia sebagai khalifah di muka bumi,” ujar Misbakhul Munir.
Ia menambahkan bahwa Perhutani KPH Bondowoso berkomitmen untuk terus mendorong pengelolaan hutan yang berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sekitar, tokoh agama, serta berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di kawasan wisata alam mampu memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap hutan, sehingga kelestariannya dapat terjaga dalam jangka panjang.
Sementara itu, dalam ceramahnya, K.H.R. Achmad Azaim Ibrahimy menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Ia menyampaikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian integral dari ajaran Islam yang menjunjung tinggi prinsip rahmatan lil ‘alamin serta menegaskan tanggung jawab manusia dalam menjaga amanah Allah SWT berupa alam semesta.
“Kerusakan alam sejatinya berawal dari kelalaian manusia. Oleh karena itu, menjaga hutan, laut, dan seluruh ciptaan Allah merupakan bagian dari upaya menyelamatkan masa depan generasi mendatang. Sholawat dan doa yang kita panjatkan hendaknya diiringi dengan tindakan nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan,” tutur K.H.R. Achmad Azaim Ibrahimy.
Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum pergantian tahun sebagai sarana muhasabah dan pembaruan komitmen dalam memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, serta alam sekitar. Menurutnya, keseimbangan antara spiritualitas dan kepedulian ekologis menjadi kunci dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis dan berkelanjutan.
Kegiatan Pengajian Umum Beach Forest Bersholawat 2 dan Doa Bersama ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kelestarian alam, serta keberkahan di Tahun 2026. Diharapkan, melalui kegiatan ini sinergi antara Perhutani KPH Bondowoso, pengelola wisata, tokoh agama, dan masyarakat dapat terus terjalin dalam mendukung pelestarian hutan dan pembangunan berkelanjutan berbasis nilai-nilai religius.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, S.Sos., M.SM., Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Situbondo Dra. Siti Ainun Jariyah, M.Si., Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Situbondo Habib Muhammad Abu Bakar Al Muhdor, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ (PCNU) Kabupaten Situbondo KH. Dr. Moh. Muhyidin Khotib, M.Hi., serta jajaran Forkopimda Kabupaten Situbondo. (Dedy)
















