banner 700x256

Peringati Nuzulul Qur’an, KH Rohmatul Akbar Rifa’i Tekankan Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup Umat

banner 120x600
banner 336x280


‎Jombang – NewsPATROLI.COM –

Peringatan malam Nuzulul Qur’an yang digelar masyarakat di wilayah Rejoso, Kabupaten Jombang, Jumat malam (13/3/2026), berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Kegiatan tersebut dihadiri ratusan jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, pemuda, hingga masyarakat sekitar yang ingin mengambil hikmah dari peristiwa turunnya kitab suci umat Islam.

Dalam kesempatan tersebut, pengasuh dan dai muda, KH Rohmatul Akbar Rifa’i, menyampaikan tausiyah yang menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun dalam membangun peradaban umat.

‎Menurutnya, peringatan Nuzulul Qur’an tidak semestinya hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan harus menjadi momentum refleksi spiritual bagi umat Islam untuk kembali mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.

‎“Peristiwa Nuzulul Qur’an bukan sekadar kisah sejarah yang diperingati setiap Ramadan. Ini adalah momentum bagi umat Islam untuk kembali meneguhkan komitmen menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Jika Al-Qur’an benar-benar dijadikan rujukan, maka kehidupan umat akan lebih terarah, berakhlak, dan penuh keberkahan,” ujar KH Rohmatul Akbar Rifa’i di hadapan jamaah.

Tonggak Awal Turunnya Wahyu ‎Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa peristiwa Nuzulul Qur’an merujuk pada turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Peristiwa tersebut menjadi tonggak awal turunnya Al-Qur’an yang kemudian diturunkan secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun.

Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an hadir sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia, bukan hanya sebagai bacaan yang dilantunkan, tetapi sebagai sumber nilai yang harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan nyata.

“Al-Qur’an mengajarkan nilai kejujuran, keadilan, amanah, serta kepedulian sosial. Jika nilai-nilai ini benar-benar dijalankan, maka kehidupan masyarakat akan lebih harmonis dan penuh kedamaian,” jelasnya.
‎Ramadan Momentum Mendekatkan Diri kepada Al-Qur’an.

‎KH Rohmatul Akbar Rifa’i juga mengingatkan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum terbaik bagi umat Islam untuk mempererat hubungan dengan Al-Qur’an. Tradisi membaca, mengkaji, hingga mengamalkan kandungan Al-Qur’an harus terus dihidupkan, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengajak generasi muda untuk tidak menjauh dari Al-Qur’an di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin deras.

Baca juga :  Forum Rembuk Masyarakat Jombang, Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden

‎“Generasi muda harus menjadikan Al-Qur’an sebagai kompas moral.

‎ Di tengah tantangan zaman, Al-Qur’an menjadi sumber petunjuk agar kita tidak kehilangan arah dalam menjalani kehidupan,” tuturnya.

‎Menurutnya, kedekatan dengan Al-Qur’an akan membentuk karakter umat yang berilmu, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.

‎Dihadiri Tokoh Masyarakat dan Pemuda
‎Peringatan Nuzulul Qur’an di Rejoso tersebut juga diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan keagamaan. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan, serta ditutup dengan doa bersama.

Kegiatan yang mengusung tema “Menggali Hikmah Al-Qur’an, Meningkatkan Iman” itu dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pemuda yang turut berpartisipasi dalam menyemarakkan syiar Islam di bulan suci Ramadan.

Suasana penuh kekhidmatan tampak ketika para jamaah bersama-sama mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Kehadiran masyarakat yang cukup antusias menunjukkan tingginya semangat umat dalam memaknai malam Nuzulul Qur’an sebagai momentum spiritual.

Menghidupkan Nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan
‎Melalui peringatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memperingati peristiwa turunnya Al-Qur’an secara simbolik, tetapi juga mampu menghidupkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

KH Rohmatul Akbar Rifa’i menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan sumber ilmu, akhlak, dan pedoman bagi umat Islam dalam membangun kehidupan yang lebih baik, baik dalam lingkup
‎keluarga, masyarakat, maupun bangsa.

“Jika Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman hidup, maka umat Islam akan menjadi umat yang kuat secara moral, cerdas secara intelektual, dan mampu membawa rahmat bagi seluruh alam,” pungkasnya.

Peringatan Nuzulul Qur’an tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam bahwa Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai jalan menuju kehidupan yang lebih bermakna dan penuh keberkahan.
Abin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *