Probolinggo – News PATROLI.COM –
Polisi akhirnya berhasil mengamankan terduga pelaku penganiayaan siswa SMKN 2 Kota Probolinggo.
Walaupun, baru satu orang yang diamankan. Dari pemeriksaan sementara, penganiayaan yang menyebabkan Samsul Arifin meninggal itu dipicu oleh aksi blayeran.
Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Jamal menjelaskan, pelaku yang diamankan ini warga luar kota. Dia diamankan di rumahnya Jumat (29/7) atau dua minggu setelah penganiayaan itu terjadi.
Namun, petugas enggan mengungkap keberhasilan itu. Sebab, masih dalam proses pengembangan. Bahkan, petugas juga enggan menyampaikan detail identitas pelaku yang berhasil diamankan.
Yang pasti, pelaku beraksi tidak sendirian. Ada beberapa teman pelaku yang ikut memukul Apin, sapaan akrab korban. Sementara pelaku lainnya saat ini masih dalam pengejaran.
“Identitas pelaku belum bisa kami sampaikan demi kepentingan penyelidikan. Nanti pasti dirilis kalau semua pelaku sudah tertangkap,” katanya.
Meski demikian, motif penganiayaan itu sudah terungkap. Kepada penyidik, pelaku yang diamankan mengaku emosi. Sehingga, nekat memukul korban.
Pada malam kejadian, ada sekelompok orang yang memblayer motor pelaku dan teman-temannya. Kebetulan juga, Apin bersama temannya melintas di depan mereka.
Karena ada suara blayeran, Apin dan teman-temannya menoleh. Pelaku bersama temannya kesal, sehingga mereka memukul Apin secara bertubi-tubi. Pelaku yang ditangkap ini ikut memukul korban menggunakan tangan.
“Kejadian ini berawal dari aksi blayer yang dilakukan oleh sekelompok orang. Hingga akhirnya terjadi pemukulan oleh pelaku pada korban,” jelas Jamal.
Jamal enggan merinci jumlah pelaku yang diburu. Yang pasti, Satreskrim masih memburu mereka untuk mengetahui modus dan motif pelaku lebih jelas lagi. Pihaknya meyakini cepat lambat pasti tertangkap.
“Pelaku ini orang dewasa. Jumlahnya lebih dari satu orang. Tunggu informasi lebih lanjut. Jika ada perkembangan, pasti disampaikan,” tuturnya.
Slamet, paman korban berharap kasus ini segera terungkap. Dari informasi yang diperolehnya, pelaku berjumlah lebih dari empat orang. Namun, baru satu orang yang tertangkap.
“Hukum pelaku seberat mungkin. Keponakan saya tidak mengenal pelaku. Kami berharap bisa segera terungkap,” terang Slamet.
Untuk diketahui, Samsul Arifin tewas usai dianiaya di Jalan Wali Kota Gatot pada Sabtu (15/7) malam, pukul 22.00. Korban saat itu mengantar kedua temannya pulang usai menonton orkes.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba saja ia dikejar oleh sekelompok orang. Para pelaku ini mengejar korban mulai dari depan SMAN 2 Probolinggo, hingga Jalan Wali Kota Gatot. Motor korban ditendang dua kali. Pada tendangan kedua di Jalan Wali Kota Gatot, motor korban jatuh.
Lalu, para pelaku memukul dan menendang korban bertubi-tubi. Hingga akhirnya korban meninggal. Sementara dua teman korban yang dibonceng kabur karena ketakutan. (Dedy)










