Bojonegoro, Newspatroli.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa timur pada tahap awal telah menyalurkan biaya 50 persen Bantuan Keuangan Desa (BKD) dengan tujuan sebagai pemerataan pembangunan infrastruktur berbasis Desa.
Namun apa jadinya jika proyek pembangunan infrastruktur dengan anggaran besar yang telah di percayakan ke sejumlah Desa itu, dalam pelaksanaannya hanya di kerjakan asal – asalan dan luput dari pengawasan.
Seperti proyek Jalan Cor Beton desa pejambon ,kecamatan sumberrjo , kabupaten Bojonegoro, jawa timur di duga tidak sesuai juknis.

Setelah menerima informasi dari warga, pada minggu, 27/02/2022 media ini langsung meluncur ke lokasi guna melihat langsung kabar tersebut, dan ternyata benar, media ini menemukan ada pasangan Dowel dipasang besi 16, dan urukan agregat kelas A sejajar dengan paving lama.
Selajutnya ada kegajalan masalah pondasi berbutir bawah cor, dengan jenis urukan agregatnya kelas A, terlihat serata dengan paving posisi akhir cor, ada dugaan mengurangi ketebalan agregat .
Dan kondisi di lapangan akhir pekerjaan cor , yang menyambung sama paving yang lama ,bahwa paving ketebalan cuma 8 cm , bila urukan serata paving diduga mengurangi ketebalan agregatnya, sedangkan didalam juknis urukan agregat klas A ditentukan 15 cm .
Terkait Dowel terlihat dilapangan jarak agak meregang dan diduga dipasang memakai besi 16 ,didalam juknis udah di tentukan dalam jarak Dowel 0,30 cm dan untuk Dowelnya besi 22, selajutnya menyaga Dowel dan tiebar terlihat tidak dipasang .
Ketika media ini minggu 27/02/2022,konfirmasi kepada ke kepala desa pejambon lewat via washap terkait penemuan dilapangan belum di jawab. ( Tim)










