banner 700x256

Sedekah Bumi Desa Kupang Berlangsung Meriah, Gelar Kirab Gunungan, Dzikir Bersama dan Pagelaran Wayang Kulit

banner 120x600
banner 336x280

Mojokerto – News PATROLI.COM –

Sudah menjadi tradisi tahunan bagi masyarakat Desa Kupang Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto ini untuk menguri -uri Budaya Leluhur nya dengan mengelar Sedekah Bumi, yang dilaksanakan selama dua hari, yakni Jumat dan Sabtu, tanggal 3 – 4 Maret 2023 dengan mengelar berbagai kegiatan yang diawali dengan Khotmil Qur’an, Ziarah ke makan Leluhur, Istighotsah dan doa bersama di Pendopo Balai Desa Kupang, dan pada Sabtu siang digelar Gebyar Pawai arak arak-arakan Gunungan tumpeng raksasa yang terbuat dari hasil bumi warga Desa Kupang dan hiburan kesenian reok ponorogo dan Seni Bantengan yang diikuti oleh 6 Dusun yang ada di Desa Kupang, yakni Dusun Waru gunung Lor, Dusun Waru Gunung Tenggah, Dusun Wates, Dusun Kupang, Dusun Pasinan Kulon dan Dusun Pasinan Etan yang berlangsung heboh dan meriah dan pada malam harinya digelar hiburan Campur Sari, dan pagelaran Wayang kulit semalem suntuk oleh Ki Dalang Wardono dari Kutorejo Mojokerto Menuju Desa Kupang yang bersatu, Berbudaya dan Sejahtera.

Saat acara Istighotsah dan doa bersama tersebut juga diisi oleh ceramah agama oleh KH. Sholikin, yang saat itu masyarakat 6 Dusun ini membawa tumpeng dari rumah untuk melakukan Doa bersama dalam bentuk tasyakuran atas limpahan berkah yang telah diberikan Alloh SWT selama ini, yang mana tumpeng itu setelah dibacakan doa dimakan bersama lalu dibawa pulang kembali oleh warga.

Sementara itu Kepala Desa Kupang, Andridi, SH didampingi para perangkat nya menjelaskan bahwa Sedekah Bumi berupa Bancakan, doa bersama yang dilakukan seluruh warga masyarakat Desa Kupang dengan tradisi mengeluarkan tumpeng-tumpeng untuk dimakan bersama-sama dengan warga masyarakat yang lain, juga dengan para perangkat desa dan tokoh masyarakat bergabung bersama-sama ini adalah sebagai bentuk uri uri budaya peninggalan para leluhur yang sampai saat ini masih terus dijaga kelestariannya sebagai budaya warga Desa Kupang.

Baca juga :  Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Makruf Menyatakan Siap Menjadi Sekretaris DPD PAN

Dijelaskan oleh pak Lurah Andridi, bahwa Tumpeng Aneka Hasil Bumi di Desa Kupang yang diarak itu akhirnya Jadi Rebutan Warga untuk Ngalab Barokah dari para leluhur. “
Tujuannya dari Sedekah Bumi ini , untuk uri-uri budaya leluhur dengan acara tasyakuran dan doa bersama tersebut berharap kondisi masyarakat dan wilayah Desa Kupang ini diberikan kesuburan lahan pertanian, warga nya makmur, tertib, tentram, sejahtera, serta berkecukupan segala sesuatunya.” ucap Lurah Andridi.

Dijelaskan oleh Pak Lurah Andridi, bahwa Tradisi tahunan berupa uri uri budaya leluhur ini Sedekah Bumi Desa Kupang ini, warga berharap Desa kita ini menjadi desa Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentrem Kerto Raharjo, Intinya bisa menjadi desa yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur , yakni Desa yang mengumpulkan kebaikan alam dan kebaikan perilaku penduduknya, ” lanjutLurah Andridi saat konferensi Pers kepara para wartawan Didampingi para Perangkat nya.

Dijelaskan lagi oleh Lurah Andridi bahwa Hasil bumi pertanian yang di arak pada acara Sedekah Bumi, maka ini mengambarkan bahwa masyarakat Desa Kupang itu hidupnya sudah sejahtera dan masyarakatnya hidup guyub , damai serta tentram ” Alhamdulillaah seluruh rangkaian acara Sedekah Bumi Desa Kupang ini bisa berjalan sukses dan lancar. Terima kasih kepada semua pihak atas kerja sama nya sehingga acara Sedekah Bumi Desa Kupang ini berjalan dengan baik.,” ucap Lurah Andridi mengakhiri sambutannya. [Kartono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *