Tarwiyah: Lestarikan Tradisi Memetri Panen Raya Jagung, Dusun Manukan Desa Pojok Kini Jadi Basis Penghasil Bibit Jagung

banner 120x600
banner 336x280

Blitar, NewsPATROLI.COM –

Suasana syukur dan kegembiraan menyelimuti Dusun Manukan, Desa Pojok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, pada Rabu (30/9/2026). Tokoh Desa Pojok, Tarwiyah, hadir langsung di tengah ratusan petani untuk memimpin tradisi Memetri Panen Raya Jagung, sebuah kenduri syukur sekaligus pengukuhan wilayah tersebut sebagai basis pengembangan bibit jagung terbesar dan terbaik di Kabupaten Blitar.

Acara ini dihadiri oleh Penyuluh Pertanian, Perwakilan Sigenta, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta para Ketua Kelompok Tani Manukan. Dengan luas lahan pertanian mencapai 200 hektar dan didukung pasokan air melimpah dari sumur bor yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat, Dusun Manukan mencatat hasil panen bibit jagung yang melimpah dan berkualitas tinggi pada tahun ini.

Usai acara kenduri syukur, Tarwiyah menyampaikan harapan agar tradisi luhur ini terus dijaga dan dikembangkan.

“Acara seperti hari ini memang wajib kita lestarikan. Selain sebagai warisan budaya, ini juga wujud religiusitas masyarakat untuk bersyukur atas nikmat yang diberikan. Jagung kita kini terbaik ke depannya acara ini harus lebih besar lagi, tidak hanya Dusun Manukan, tapi melibatkan seluruh Desa Pojok. Jadikan ini sebagai forum komunikasi antar petani, sehingga setiap persoalan di ladang bisa segera ditemukan solusinya.”Ujar Bu Tarwiyah

Baca juga :  Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN UP3 Sidoarjo Perkuat Layanan Kelistrikan Rumah Sakit

Tarwiyah juga menegaskan komitmen memperkuat kelembagaan pertanian.
“Selama ini kita sudah salurkan bantuan benih dan memfasilitasi komunikasi antar kelompok. Dulu Gapoktan ini sempat vakum, namun kini kita bangkitkan kembali. Alhamdulillah, bersama Pak Nurcahyani sangat serasi. Bagi wilayah yang kelembagaannya masih tertutup, kita fasilitasi agar bergabung semua bergerak dalam satu komando untuk kemajuan pertanian kita.”

Salah satu petani Depris, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Panen tahun ini sungguh melimpah. Hasil ini sangat membantu perekonomian keluarga kami, terima kasih atas segala dukungan yang diberikan.”

Sementara itu, Ketua Gapoktan Desa Pojok, Nurcahyani, melengkapi bahwa dukungan sarana dan prasarana pertanian terus ditingkatkan.

“Kita bersyukur kita dapat telah bantuan bibit unggul serta alat pengering jagung. Hal ini menjadikan petani Desa Pojok tidak lagi kesulitan pasca-panen. Tradisi ini kenduri ini tetap kita jaga, dan ke depan kita perkuat agar manfaatnya dirasakan merata oleh seluruh warga.”

Tradisi Memetri Panen Raya bukan sekadar ungkapan syukur, melainkan bukti nyata sinergi antara tokoh masyarakat, kelembagaan pertanian, dan para petani dalam membangun kemandirian pangan di Kabupaten Blitar. Semangat kebersamaan inilah yang menjadikan Desa Pojok semakin kokoh sebagai lumbung pangan dan pertanian unggulan di Jawa Timur.(trI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *