Sidoarjo, newspatroli.com
Minggu (30/5) Tindakan tegas yang dilakukan warga Grand Indraprasta dan warga Clumprit menolak adanya rencana pembangunan makam untuk warga Perumtas 3 Grabangan kecamatan Tulangan.
Setelah warga melakukan koordinasi rapat dengan sebelas RT – RW.07 dan sejumlah tokoh masyarakat dibantu oleh tokoh LSM di balai RW.07 tanggal 29-5-2021. Untuk mengumpulkan tanda tangan seluruh warga yang menyatakan sikapnya hampir 400 KK menanda tangani penolakan.
minggu (30/5) rombongan rame-rame menuju kantor desa dengan membawa satu bendel tanda tangan penolakan kepada kepala desa Simogirang Chusnul Chuluq surat penolakan nomor.007/RW.07/V/2021 diserahkan pagi tadi.
Selain Kades Simogirang yang mendapatkan tembusan yakni Bupati Sidoarjo, DPRD Sidoarjo, Camat Prambon dan tembusan juga diberikan Ketua BPD desa Simogirang.
Hadi NP. Fadjar, Ketua RW.07 dusun Clumprit Simogirang saat dikonfirmasi, ia mengatakan dengan tegas kami dan seluruh warga menolak keras, kan sudah jelas semua warga Indrapasta menolak dan penolakan itu sudah kami sampaikan.Tidak sebagian yang menolak, namun semua warga turut bergabung dengan warga Clumprit menolak. Sekali lagi kami tegaskan bahwa warga Grand Indraprasta seluruhnya menolak, tegasnya.
Soewoto selain Tokoh Masyarakat juga sebagai Ketua Takmir masjid Al hikmah, menegaskan kalau “Semua dari jama’ah masjid Al Hikmah serta warga Grand Indraprasta menolak rencanan dibangunnya makam yang bersebelahan dengan rumah warga maupun masjid Al Hikmah. Seandainya terjadi dibangun makam, apa yang terjadi di lingkungan sekitar. Pasti tercemar dan ter-kontaminasi, sumber air yang selama ini dipergunakan warga untuk kebutuhan sehari- hari dan air tersebut untuk kebutuhan para jama’ah masjid Al Hikmah”. Pungkasnya. (ags/muk)
















