Wonogiri – News PATROLI.COM –
Suasana Terminal Giri Adipura Wonogiri terpantau ramai namun tetap lancar pada Senin malam (16/3/2026). Ratusan pemudik dari program mudik gratis Jateng mulai berdatangan menggunakan puluhan armada bus yang diberangkatkan dari Jakarta.
Meski cuaca gerimis, aktivitas di terminal yang juga dikenal dengan nama Terminal Krisak tetap berjalan tertib. Para pemudik tampak memadati ruang tunggu terminal sambil menanti penjemputan keluarga.
Sekitar pukul 19.00 WIB, rombongan bus gratis dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mulai memasuki area terminal. Hingga pukul 20.30 WIB, tercatat sekitar 20 armada bus telah tiba dengan membawa kurang lebih 500 pemudik yang menjadikan Wonogiri sebagai tujuan akhir perjalanan.
Kedatangan pemudik disambut penuh sukacita oleh keluarga yang sejak sore sudah menunggu di terminal. Momen haru terlihat ketika para perantau akhirnya bertemu kembali dengan sanak saudara setelah sekian lama terpisah.
Pemudik Merasa Sangat Terbantu
Salah satu peserta mudik gratis, Sriyatun, warga perantauan di Jakarta yang hendak pulang ke Tirtomoyo, Wonogiri, mengaku sangat terbantu dengan program tersebut.
“Alhamdulillah kami merasa terbantu dengan adanya program mudik gratis ini. Bisa pulang kampung meski dana pas-pasan untuk Lebaran bersama keluarga,” kata Sriyatun saat ditemui di Terminal Giri Adipura.
Ia mengaku kemungkinan besar tidak bisa pulang jika tidak mendapatkan tiket mudik gratis dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Anak-anak sudah hampir dua tahun tidak bertemu neneknya. Mereka sangat ingin pulang,” imbuhnya sambil menggandeng dua anaknya yang masih kecil.
Sebagian besar peserta program mudik gratis diketahui bekerja sebagai pedagang bakso, penjual jamu, hingga mahasiswa yang menempuh pendidikan di Jakarta dan sekitarnya.
Program Mudik Gratis Pemprov Jateng
Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberangkatkan 325 bus dari Jakarta yang mengangkut sekitar 16.186 pemudik menuju 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Program ini mengusung tagline “Mudik Gampang, Balik Tenang” sebagai upaya membantu masyarakat perantauan pulang ke kampung halaman dengan lebih aman dan terjangkau.
Selain dari Jakarta, Pemprov Jateng juga memfasilitasi keberangkatan mudik gratis dari Bandung dengan menyiapkan 23 bus menuju berbagai daerah di Jawa Tengah.
Gubernur: Negara Harus Hadir untuk Perantau
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa program mudik gratis bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat perantauan.
“Semua tumplek blek, kita openi untuk meringankan beban masyarakat kita di perantauan sebagai bentuk negara hadir di tengah masyarakat,” ujar Luthfi.
















