BATAM. NEWSPATROLI.COM
Gelanggang Permainan (Gelper) di Nagoya, yang biasa di sebut The Red itu semakin tumbuh subur. kebebasan Gelper itu pun karena memiliki izin, Badan Penanaman Modal (BPM) namun di sayangkan, hal itu diduga disalah gunakan.
Selain modus mengantongi izin gelanggang permain (Gelper) yang dikeluarkan Kepada Badan Penanaman Modal (BPM) Kota Batam, Gustian Riau, para pelaku bisnis gelper itu sengaja mempekerjakan sejumlah orang untuk melakukan penukaran uang.
Seperti Rokok, handphone hingga kupon berhadiah sepeda motor, merupakan kamuflase para pelaku untuk mengecoh agar terhindar dari jeratan hukum, Itulah yang terjadi di lokasi Gelper The Red di Nagoya Batam.

Puluhan mesin perjudian itu yang berada di gedung di penuhi dengan pemain.
Para pelaku bisnis berbau judi itu tidak masuk dari pintu utama ruko, melainkan dari sisi belakang, agar langkah mereka tidak diketahui umum. Tapi di sayangkan, aparat penegak hukum belum menindaknya. Mereka seakan bebas melakukan aktifitas tersebut berkeliaran di tengah- tengah masyarakat kota Batam.
Terlihat dari pandangan orang pun, gayanya main cantik Asalkan kondisi tidak ricuh, maka para pelaku ini terus mendapat restu menjalankan aktifitasnya.
Siapa saja yang ke ruko tersebut selain pemegang saham? Adalah mereka para pekerja yang bertugas untuk mengantar hadiah seperti rokok yang ditukarkan para pemain yang tengah hoki. Rokok perslop yang diperoleh, ditukar kembali dengan uang. Ciri-ciri mereka menggunakan tas ransel atau tas sandang.
Salah seorang pedagang di sekitar yang enggan di sebut namanya, iya pun menerangkan bahwa adanya dugaan praktek perjudian di dalamnya, iya mengatakan bahwa gelper tersebut selalu ramai setiap harinya, Gelper itu di namia The Red”, Katanya.
“Sejauh ini masih aman-aman aja kok. Belum pernah saya lihat ada pihak berwajib atau Penegak Hukum melakukan razia di sana,” sebut dia.
Berdasarkan informasi yang diterima awak media, gelper tersebut diduga kuat menyalah gunakan izin yang telah di berikan. hal ini, diminta dari dinas terkait telusuri lagi perijinannya supaya tidak di salah gunakan oleh bos Gelper.
Pantauan di lokasi, terlihat para pengunjung asik bermain tanpa ada rasa khawatir ditangkap pihak berwajib.
Hal ini team media NEWSPATROLI.COM akan berupaya Konfirmasi pada Polsek setempat, Kapolresta Barelang dan Hingga ke Kapolda Kepri nantinya. (Veri)










