Sidoarjo, newspatroli.com
Virus Corona ( Covid-19 ) sampai kini masih belum redah, sehingga perekonomian masyakaratpun juga belum normal kembali. Akibat dampak Covid-19 kini banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan karena di PHK atau penghentian kerja yang dilakukan oleh pihak pengusaha ( perusahaan ) sehingga banyak orang yang nganggur karena putus kerja.
Seperti apa yang dialami oleh wali murid SDN Wage 1 kec. Taman berinisial R warga desa Wage kec. Taman kab. Sidoarjo. Dimana dia dalam kehidupan sehari – harinya mencari nafka tidak jelas hasilnya, Kadang sehari dapat kadang tidak dapat hasil.
Sehingga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah anaknya masih dibilang minim.
Apa lagi baru – baru ini ada penarikan dari pihak sekolah Dasar Negeri Wage 1 sebesar Rp 50.000,- untuk pembelian sampul Ijasa anaknya, R sangat keberatan sekali untuk pembeliaan sampul Ijasah itu. Akan tetapi apa boleh buat, pada akhirnya harus membayar juga.
Menurut keterangan R dari wali murid kelas VI yang sudah lulus dari SDN Wage 1, dia merasa terbebani dan berat adanya penarikan uang untuk pembelian sampul ijasa itu, dia bilang karena sebelumnya tidak ada kordinasi dulu kepada wali murid atau pertemuan kepada wali murid untuk membahas masalah penarikan uang sampul itu, kata R.
Akan tetapi tahu – tahu sudah ada WhatsApp (WA) dari sekolah yang dikirimkan ke HP anak saya.
Isi WA itu mengatakan Anak2 uang sampul ijazah 50 rb nggeh dibayarkan ketika nanti kalian cap 3 jari. Jadi saya setelah baca WA itu saya jadi bingung dan bertanya – tanya dalam hati saya, kenapa pihak sekolah tidak memberi tahu pada wali murid terlebih dahulu? Tambanya R.
Ditempat yang berbedah, ketikah Kepalah sekolah PJ Wage 1 berinisial WN dikonfirmasi dikantor sekolah,
Ia”, mengatakan bahwa pembelihan sampul ijasa itu tergantung pada sekolahan masing – masing menganggarkan atau tidak.
Ada sekolahan itu memasukan anggaran dan ada yang tidak memasukan. Kalau tidak, jadi dibebankan masing – masing pada wali murid.
Jadi tidak merupakan suatu keharusan bahwa sekolahan itu menganggarkan sampul ijasa, katanya.
WN menabahkan, kalau disini SDN wage 1 kami tidak menganggarkan.
Sedangkan pembelihan sampul ijasa itu tidak ada suatu keharusan, artinya kalau wali murid tidak membeli tidak apa – apa jadi tidak ada unsur paksaan.
Sedangkan untuk pembelihan sampul itu, bertujuan untuk kebersamaan dalam kerapihan dan menjaga keutuhan ijasa, supaya ijasa rapih juga tdk rusak nantinya, tambahnya.
Lain dengan keterangan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo Dr. Tirto Adi. M.Pd. Ketikah dikonfirmasi diruang dinasnya terkait hal tersebut diatas. Ia,” mengatakan kalau penarikan uang untuk pembelihan sampul ijasa disekolah memang tidak dianggarkan operasiaonalnya.
Namun kalu itu anggaran personal ya memang wali murid bertanggung jawab, tapi harusnya dikordinasikan terlebih dahulu kepada wali murid sehingga ada kesepakatan antara sekolahan dan wali murid tuturnya dengan singkat.
Dan untuk biaya beli sampul ijasa itu, mestinya waktu pemberian uang ya harus ada barangnya ( ada uang ada barang ) kata Dr. Tirto Adi. M.Pd. ( Ags/MW)










