banner 700x256

Laporan Dugaan Ijazah Palsu Bermuatan Politik? Bupati Ponorogo: Saya Tidak Boleh Menduga-duga

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat di Mapolda Jatim
banner 120x600
banner 336x280

Surabaya, Newspatroli.com

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Timur terkait dugaan penggunaan ijazah S1 atas laporan Reno Bagus Samodro dari LSM Gerakan Pemuda Demokratik, Selasa (15/02/2022).

Sugiri yang diperiksa sekitar pukul 11.00 WIB baru keluar dari ruangan penyidik Ditreskrimum pada pukul 14.30 WIB. Ia tampak tenang dan ramah saat dicegat wartawan yang ingin mewawancarainya.

Sugiri mengaku bila penyidik mencecarnya dengan puluhan pertanyaan.

“Lumayan agak banyak sekitar 20-30 pertanyaan. Pertanyaannya bapak sehat? Nomor KTP, anak berapa? Istri siapa? soal keluarga juga,” ungkapnya di Mapolda Jatim Jl A Yani, Surabaya.

Mantan anggota DPRD Jatim ini menyampaikan, bahwa kedatangannya di Polda Jatim ini tak sekadar memenuhi panggilan penyidik semata, tetapi juga kewajibannya memberi kepastian pada seluruh warga Ponorogo agar mendapat informasi yang sebenar-benarnya tentang tuduhan ijazah palsu itu.

Baca juga :  Polres Bojonegoro Bongkar Jaringan Peredaran Sabu dan Ganja, 13 Tersangka Ditangkap

“Saya wajib menjelaskan agar kemudian, pertama ada kepastian hukum, kedua warga kami agar tidak galau. Bukan sekedar kooperatif. Tidak dipanggil pun saya wajib memberikan penjelasan karena ada laporan. Nek ora ngono kan ngesakne (kalau tidak gitu kan kasihan) orang-orang makanya saya datang,” jelasnya.

Ditanya soal adanya unsur politik dalam laporan itu?. Sugiri enggan berspekulasi terkait motif maupun siapa pihak yang berada dibelakang laporan tersebut.

Sebagai terlapor, Sugiri menyatakan bahwa dirinya memiliki kewajiban untuk mengklarifikasi.

“Saya tidak boleh menduga-duga. Namanya juga orang lapor kan boleh. Mau mencari panggung boleh, mencari makan boleh, mencari apa saja boleh. Yang jelas semuanya asli. Tidak ada yang memalsukan ijazah, bagaimana memalsukannya? Tuku nang endi? Ra genah (beli dimana? Nggak bener),” pungkasnya. (Mar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *