banner 700x256

Apresiasi Sejumlah Tokoh Lampura kepada Kapolri atas Pengungkapan Kasus Brigadir J

banner 120x600
banner 336x280

Lampung Utara, Newspatroli.com

Kasus pembunuhan anggota Polri Brigadir Josua Hutabarat atau Brigadir J yang menjadi pertanyaan publik beberapa pekan ini, akhirnya perlahan mulai terungkap setelah Divisi Humas Polri mengumumkan bertambahnya jumlah tersangka.

Tim khusus yang di bentuk Kapolri Jenderal Listio Sigit bekerja ekstra keras untuk mengungkap para pelaku yang terlibat se-terang terangnya dan dibuka ke publik tanpa ada yang harus ditutup- tutupi.

Tentulah cara dan langkah tegas yang dilakukan Kapolri Jenderal Listio Sigit tersebut mendapatkan apresiasi dari beberapa tokoh di Lampung Utara. Jumat, (12/8/2022)

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Lampung Utara KH. Sonaji Azis menilai langkah Kapolri dan tim-susnya patut diberikan apresiasi karena perlahan kasus terbunuhnya Brigadir J, ajudan eks Kadiv Propam Polri Irjen FS itu mulai menemui titik terang, bahkan FS sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka. “ujarnya.

Baca juga :  Kabupaten Lampung Utara Raih Juara I Anjungan Terbaik pada Lampung Fest 2025

Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia Cabang Abung Semuli H.Endang Permana turut menyampaikan apresiasi langkah tegas Kapolri Jenderal Listio Sigit bersama Timnya yang telah menunjukan perkembangan jumlah oknum yang terlibat sebagai tersangka dengan tanpa memandang pangkat dan jabatan dalam kasus meninggalnya Brigadir J, semoga dengan cara ini kepercayaan publik kepada Polri tetap terpelihara “kata H Endang.

Hal senada juga di sampaikan oleh ketua ormas Lampung Utara Ansori DKD dari Forum Kebangsaan Lampung Utara, Imausyah Ketua DPD KNPI, Ansori Ketua GMBI dan beberapa tokoh pemuda.

“Namun kita dan masyarakat tetap memantau dan kawal perkembangan kasus ini sampai ke pengadilan sehingga institusi Polri yang kita miliki ini tetap mendapatkan kepercayaan di hati masyarakat (heri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *