Hari Santri 2026 di Bojonegoro, Bupati Setyo Wahono Santri Pelopor Generasi Muda yang Bermartabat dan Berjatidiri

banner 120x600
banner 336x280

Bojonegoro, News PATROLI.COM –

Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Bojonegoro menjadi momentum untuk mempertegas peran santri dalam menghadapi tantangan zaman.

upacara peringatan Hari Santri Nasional yang digelar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro di Alun-Alun Bojonegoro, Kamis (22/10/2026), mulai pukul 07.00 WIB.

Mengusung tema nasional “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, tokoh agama, pengasuh pondok pesantren dan para santri.

Dalam pesannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa santri masa kini harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut generasi muda untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi.
Karena itu, santri diharapkan tidak hanya menjadi penjaga nilai moral dan keagamaan, tetapi juga tampil sebagai generasi yang kreatif, inovatif, mandiri, serta siap mengambil peran dalam pembangunan.

Perpaduan antara ilmu agama, akhlak dan kecakapan intelektual menjadi modal penting untuk melahirkan sumber daya manusia yang unggul tanpa kehilangan identitas dan jati diri bangsa.

Upacara peringatan HSN 2026 di Alun-Alun Bojonegoro dihadiri Bupati Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro Abdulloh Umar, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, serta Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty.

Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, pengasuh pondok pesantren, jajaran organisasi perangkat daerah dan santri dari berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro juga mengikuti kegiatan tersebut.

Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, pesantren dan masyarakat dalam menjaga kerukunan serta memperkuat persatuan.

Semangat kebersamaan ini menjadi salah satu modal penting untuk mendorong kemajuan Bojonegoro sekaligus menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman.

Baca juga :  DPRD Lampung Utara Sahkan Perubahan APBD 2026, Pemkab Fokus Genjot Infrastruktur Jalan

Hari Santri Nasional memiliki makna historis bagi perjalanan bangsa Indonesia.

Pesantren dan para santri telah menjadi bagian penting dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan, termasuk melalui semangat perjuangan, kemandirian, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap Tanah Air. Nilai-nilai tersebut terus diwariskan dari generasi ke generasi melalui pendidikan pesantren.

Tidak hanya membentuk pemahaman agama, pesantren juga berperan menanamkan karakter, tanggung jawab sosial, keikhlasan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

Di tengah perubahan sosial yang semakin dinamis, nilai perjuangan tersebut tetap relevan.

Santri diharapkan mampu menjaga tradisi keilmuan pesantren sekaligus terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga berkontribusi dalam mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” menegaskan bahwa pembangunan bangsa membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter dan integritas.

Santri memiliki peluang untuk berkontribusi di berbagai bidang, termasuk pendidikan, kewirausahaan, pertanian, pelayanan sosial, teknologi digital, hingga kepemimpinan.

Bekal ilmu agama dan akhlak diharapkan menjadi landasan dalam menjalankan peran tersebut.

Dengan keseimbangan tersebut, santri dapat berkompetisi secara sehat di tingkat nasional maupun global tanpa meninggalkan akar tradisi pesantren.

Di Kabupaten Bojonegoro, peringatan Hari Santri Nasional juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah, ulama, pondok pesantren, organisasi keagamaan, dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memperluas kesempatan belajar, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai program pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *