Nelayan Puger Menuntut Pengerukan Pendangkalan Plawangan Segera Dilakukan dalam Rakor di Aula Kecamatan

banner 120x600
banner 336x280

Jember – News PATROLI.COM –

Rapat Koordinasi mengenai Pengerukan Pendangkalan Plawangan Pantai Puger telah diselenggarakan untuk membahas isu pengerukan pasir di area tersebut, Selasa 06/10/2026, di Aula Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Pertemuan ini dihadiri oleh Asrah Joyo Widono, S.Kep., S.H., M.Si., Anggota Koramil Puger, Anggota Polsek Puger, serta berbagai pemangku kepentingan. Mereka termasuk Kepala Desa Puger Kulon, Kepala Desa Puger Wetan, Perwakilan Nelayan Puger, tokoh masyarakat setempat, dan pihak-pihak terkait lainnya.

Tujuan utama dari rapat ini adalah untuk menemukan solusi terbaik guna mengatasi masalah pendangkalan yang terus-menerus terjadi di Plawangan Pantai Puger, Jember.

Pendangkalan di Plawangan Pantai Puger telah menjadi perhatian serius dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas lalu lintas nelayan lokal tetapi juga berpotensi menyebabkan kecelakaan laut jika dibiarkan berlarut-larut.

Oleh karena itu, pengerukan pasir dianggap sebagai salah satu tindakan cepat yang perlu diambil untuk mengembalikan kedalaman semula plawangan dan memastikan kelancaran aktivitas nelayan Puger.

Dalam rapat ini, berbagai pandangan dan usulan telah disampaikan. Para peserta membahas secara mendalam dampak positif dan negatif dari pengerukan pasir, serta mempertimbangkan metode pengerukan yang paling efektif dan berkelanjutan.

Aspek-aspek ini menjadi fokus utama, dengan penekanan pada pentingnya meminimalkan gangguan gesekan antar nelayan saat melintas di area pendangkalan, mengingat akses tersebut merupakan sarana vital bagi lalu lintas nelayan yang hendak melaut atau kembali dari melaut.

Camat Puger menyatakan, “Hari ini kami diajak berdialog oleh asosiasi Nelayan ‘Sinar Terang’, membahas berkaitan dengan normalisasi atau pengerukan di Plawangan. Menurut teman-teman dari asosiasi tersebut, kondisi di Plawangan sangat membahayakan bagi para nelayan ketika berpapasan atau bertemu perahu dengan perahu saat kondisi laut atau sungai sedang surut. Ini dimungkinkan tidak bisa untuk salipan dan menimbulkan dampak yang sangat signifikan, terutama bagi para nelayan yang hendak melaut atau yang baru pulang melaut yang tidak bisa masuk.” kata Camat Puger.

Baca juga :  Kades Yulianti: Musrenbangdes 2027 Pondasi Desa Hujan Mas Maju, Mandiri dan Sejahtera

Lebih lanjut, Camat Puger menambahkan mengenai langkah pemeliharaan jika terjadi pendangkalan berkepanjangan. “Jadi, permintaan nelayan yang diwakili oleh perwakilannya adalah untuk segera dilakukan pengerukan, kemudian ke depannya kalau bisa ada semacam pemeliharaan ketika terjadi pendangkalan seperti saat ini,” pungkasnya.

Proses pengendapan material padat seperti pasir, lumpur, tanah, atau sisa organisme yang terbawa oleh aliran air saat banjir, nelayan hanya meminta pengerukan sepanjang 50 meter.

Saiful Rohman, salah satu nelayan yang diwawancarai media, menyampaikan, “Masyarakat nelayan sangat terganggu sekali dengan adanya penyempitan dan alur yang kita lewati sekarang hanya sisa 3 meter. Apabila air surut waktu kami pulang dan mau pergi melaut, kami nyangkut di area pendangkalan itu, Mas, dan itu sangat-sangat mengganggu kami para nelayan.” ujar Saiful.

Saiful lebih lanjut menyatakan bahwa sedimentasi tersebut secara otomatis merugikan hasil tangkapan nelayan Puger.

Nelayan Puger meminta pihak terkait untuk segera melakukan normalisasi atau pengerukan.
“Tolong untuk pihak terkait, lebih memperhatikan nasib nelayan agar sedimentasi ini segera dilakukan pengerukan dan dinormalisasi kembali. Kami tidak menuntut panjang pengerukan itu, Mas, hanya 50 meter saja karena sangat urgen. Apabila perahu kami berpapasan, akan menimbulkan kecelakaan laut, Mas,” keluh Saiful.

Selain itu, aspek sosial ekonomi masyarakat nelayan juga dibahas, memastikan bahwa solusi yang diambil tidak merugikan mata pencarian mereka.

Diharapkan, melalui rapat koordinasi ini, semua pihak dapat mencapai kesepakatan dan merancang strategi pengerukan yang berkelanjutan demi kepentingan bersama dan kelestarian Pantai Puger.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *