banner 700x256

300 Bibit Pohon Bantuan PNM Layu Karena Kurang Perawatan

banner 120x600
banner 336x280

Banyuwangi, News PATROLI.COM –

Program bantuan 300 bibit pohon dari pihak PNM (PT Permodalan Nasional Madani) cabang Banyuwangi yang sebelumnya kolaborasi dengan DPU Pengairan Banyuwangi disalurkan untuk mendukung penghijauan dan pelestarian lingkungan kini menghadapi kendala.

Ratusan bibit yang ditanam di Destinasi Dam Concrong Rogojampi, di sejumlah titik berdasarkan investigasi News Patroli, mengalami kekeringan dan sebagian besar mengering akibat kurangnya penyiraman serta minimnya perawatan pascatanam.

Pada awal serah Terima bibit tanaman dari pihak PNM pada DPU Pengairan Banyuwangi, pada hari Selasa, 02/06/2026, 08:20 Kabid Pembangunan DPU Pengairan, Catur Hidayat Nugraha berpesan dalam kata sambutannya :”Jangan lupa pihak Korsda Rogojampi, setiap saat untuk kontrol bibit tanaman ini, harap di ingat sekarang musim panas kalau tidak di siram bisa kering dan mati, “tandasnya tegas

Ternyata real sekarang bibit yang di tanam di sejumlah titik, kering hampir mati.

Pada hari Jumat, 19/06/2026, 12:37 News Patroli menemui, Opik Humas Ormas FRB (Forum Rogojampi Bersatu) yang sedang stand by dengan membawa senapan angin mendatangi Destinasi Wisata Dam Concrong notabene : mengantar anaknya memancing dan mandi sangat menyayangkan kondisi tersebut karena bantuan bibit yang seharusnya dapat tumbuh dan memberikan manfaat jangka panjang justru tidak berkembang dengan baik.

Baca juga :  Hearing Komisi I DPRD Banyuwangi Bahas Pemberhentian Kepala Dusun Kopenlangi Berjalan Singkat

Cuaca panas yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir juga menjadi faktor yang mempercepat kerusakan bibit tanaman.

Beberapa tokoh masyarakat berharap ke depan setiap program penghijauan tidak hanya berhenti pada penyerahan bibit, tetapi juga disertai komitmen perawatan secara berkelanjutan.

Penyiraman rutin, pemupukan, serta pengawasan terhadap kondisi tanaman dinilai sangat penting agar bantuan yang diberikan tidak sia-sia.

Pihak terkait diharapkan segera melakukan evaluasi terhadap program tersebut, termasuk kemungkinan penggantian bibit yang mati dan penyusunan jadwal perawatan yang melibatkan masyarakat setempat.

Dengan kerja sama semua pihak, upaya penghijauan dan pelestarian lingkungan diharapkan dapat kembali berjalan sesuai tujuan awal program.**IR Rogojampi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *