Wonogiri – News PATROLI.COM –
Warga Desa Ngadipiro, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, digegerkan penemuan kerangka manusia di kawasan hutan setempat, Selasa (7/4/2026). Temuan ini terjadi sehari setelah penemuan sepeda motor telantar tidak jauh dari lokasi.
Bambang Salah satu perangkat ,Desa Ngadipiro ,Nguntoronadi pada wartawan saat di hubungi ia menyampaikan, sehari setelah di temukan sepeda motor terparkir di semak-semak lantas pihak Kepolisian Polsek Nguntoronadi ,Polres Wonogiri mendapat laporan dari warga setempat bahwa di lokasi tidak jauh dari temuan sepeda motor yang terparkir setelah di evakuasi pihak Kepolisian di ketahui kerangkan manusia oleh Eko dan Katim pada Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Eko dan Katim melalui Hartanto perangkat Desa Ngadipiro Kecamatan Nguntoronadi segera melaporan ke pihak berwajib Polsek Nguntoronadi,Polres Wonogiri pada pukul 08.20 WIB.
Hartanto menyampaikan kepada wartawan atas penuturan Eko dan Katim penemuan kerangka manusia tersebut berada di bawah pohon Pelem dan terlihat seikat tali menggantung di ranting . Di duga korban meninggal gantung diri beberapa Minggu lalu ,”jelas Hartanto.
Atas kejadian itu pihak Kepolisian mengindetifakasi melalui barang bukti berkaitan sepeda motor Spacy warna hitam putih berplat nomor AD 6534 TY yang di temukan sehari sebelumnya di jalan penghubung Dusun Pakel dan Dusun Kamplong kawasan hutan Desa Ngadipiro ,Nguntoronadi ,Wonogiri pada Senin(6/4/2026) malam. motor itu terparkir di area sepi sehingga memunculkan kecurigaan .
Berikut di tuturkan Kasno salah satu relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat( SIBAT ) Desa Ngadipiro , iya Polisi sebelumnya menemuka sepeda motor sehari sebelumnya pada hari Senin malam , kemudian ke esokan harinya Selasa (7/4/2026) Eko dan Katim warga setempat menemukan kerangka manusia tidak jauh dari penemuan sepeda motor masih dalam satu kawasan tidak berjauhan. Menurut keterangan yang di terima warga Ngadipiro korban tersebut sesuai dengan plat nomor sepeda motor yang terdaftar atas nama warga Kabupaten Sragen ,” imbuh Kasno.











