Mesir — News PATROLI.COM –
Organisasi pencak silat terbesar di dunia, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun – Indonesia, kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah pengembangan ajaran berbudi luhur di kancah internasional. Dalam suasana khidmat dan penuh kesakralan, Cabang Khusus Mesir secara resmi menyelenggarakan tradisi Pengesahan Warga Baru Tingkat I Tahun 1448 H / 2026 M. Momentum bersejarah ini melahirkan sembilan pendekar baru yang siap mengemban amanah organisasi di negeri seribu menara tersebut.
Agenda sakral ini dipimpin langsung oleh Moh. Komarudin, S.Ag., M.Si., Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Ponorogo Pusat Madiun – Indonesia. Beliau secara khusus ditugaskan oleh Pengurus Pusat Madiun bertindak sebagai Dewan Pengesah demi memastikan prosesi tradisi SH Terate berjalan sesuai dengan ajaran. Kehadiran beliau menjadi suntikan moril dan energi spiritual yang sangat besar bagi para calon warga yang sebagian besar merupakan mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar, Kairo.
Rangkaian upacara pengesahan yang penuh kekhusyukan ini dimulai pada hari Minggu malam, 12 Juli 2026, dan berakhir menjelang subuh waktu setempat pada Senin, 13 Juli 2026. Kendati dilaksanakan jauh dari tanah air, suasana adat, tata cara, dan kesakralan prosesi pengesahan tetap terjaga sepenuhnya. Hal tersebut merefleksikan kepatuhan terhadap aturan ajaran SH Terate yang berpusat di Madiun.
Pada pengesahan kali ini, tercatat sebanyak 9 orang resmi dikukuhkan menjadi Warga Tingkat I PSHT. Komposisi warga baru tersebut terdiri dari 7 orang saudara putra dan 2 orang saudari putri. Perlu diketahui bahwa, saat ini jumlah warga Cabang Khusus Mesir saat ini sudah mencapai ratusan orang. Sesuai dengan tradisi yang berlaku, para calon warga putra tampak mengenakan pakaian kebesaran sakral dengan rambut dicukur rapi, menyimbolkan kesucian hati serta kesiapan lahir batin. Sementara itu, dua warga putri tampil anggun namun berwibawa dengan mengenakan hijab hitam.
Falsafah mendalam yang berbunyi: “Mendidik manusia berbudi luhur, tahu benar dan salah, serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa” terpampang dengan megah di latar belakang ruang pengesahan, diapit oleh bendera kebangsaan Merah Putih Republik Indonesia dan bendera Negara Mesir. Hal ini menegaskan bahwa di mana pun bumi dipijak, warga SH Terate senantiasa menjunjung tinggi nasionalisme, menghormati hukum negara setempat, sekaligus mempertahankan jati diri budaya asli Nusantara di tanah rantau.
Keberhasilan agenda internasional ini disambut dengan rasa haru dan bangga oleh jajaran pengurus setempat. Ashar selaku Ketua Cabang Khusus Mesir dalam sesi wawancara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya kepada Dewan Pengesah yang telah menempuh perjalanan jauh dari Indonesia.
“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Kangmas Moh. Komarudin yang telah berkenan hadir dan mengesahkan saudara-saudara kami di Mesir. Kehadiran beliau membuktikan bahwa jarak tidak menjadi penghalang bagi kokohnya tali persaudaraan di dalam SH Terate. Bagi warga baru yang disahkan, ini adalah amanah besar untuk terus menjaga nama baik organisasi dan bangsa di tanah rantau,” ujar Ashar selaku Ketua Cabang.
Senada dengan hal tersebut, ungkapan rasa syukur juga datang dari Dewan Cabang Khusus Mesir. Afif selaku Ketua Dewan Cabang Khusus Mesir, turut memberikan pandangan dan motivasi pasca dilaksanakan prosesi pengesahan yang rampung menjelang subuh tersebut.
“Prosesi yang selesai hingga menjelang subuh adalah simbol perjuangan yang nyata. Menjadi warga SH Terate di bumi Al-Azhar, Mesir, berarti kita harus mampu menyelaraskan antara ketajaman intelektual, spiritual keagamaan, dan keluhuran budi pekerti sebagaimana ajaran pencak silat kita. Saya berharap seluruh sesepuh yaitu pengurus pusat, dewan pusat, dan jajaran Tingkat II/Wiro Anom yang berpusat di Madiun dapat terus membimbing adik-adik warga agar menjadi pendekar yang tidak hanya tangguh di gelanggang, tetapi juga menjadi intelektual yang bermanfaat bagi umat,” ungkap Afif selaku Ketua Dewan Cabang.
Dalam sambutan dan wejangannya, Moh. Komarudin, S.Ag., M.Si. menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran seluruh rangkaian prosesi dari awal hingga menjelang subuh tanpa ada kendala yang berarti. Beliau menekankan bahwa menjadi warga SH Terate bukanlah akhir dari sebuah pencarian, melainkan gerbang awal untuk mengimplementasikan ajaran kebaikan di tengah-tengah masyarakat luas.
“Saudara-saudara sekalian kini telah sah menjadi bagian dari keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate. Di pundak kalian kini melekat tanggung jawab moral yang besar. Sebagai insan yang terdidik, terlebih kalian berada di bumi para nabi untuk menuntut ilmu, tunjukkanlah bahwa warga SH Terate adalah manusia yang mampu menjadi teladan, memiliki budi pekerti yang luhur, paham mana yang benar dan mana yang salah, serta senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT,” pesannya.
Dia juga berpesan agar keberadaan Cabang Khusus Mesir dapat terus menjadi wadah perekat silaturahmi, pembentuk karakter pemuda yang bermental baja, serta menjadi duta budaya bangsa Indonesia melalui kelestarian warisan pencak silat di kancah internasional. Berakhirnya proses pengesahan tersebut menandai babak baru bagi sembilan warga baru dalam menapaki jalan persaudaraan yang kekal abadi selamanya (Selama matahari masih bersinar, selama bumi masih dihuni manusia, selama itu pula Persaudaraan Setia Hati Terate tetap jaya, kekal abadi selamanya).










