Lombok Timur – News PATROLI.COM –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap berkomitmen dalam memperkuat perlindungan anak guna mewujudkan generasi emas 2045.
“Satu hal penting adalah suara anak harus sampai langsung ke meja bupati, bukan berhenti di kepala organisasi perangkat daerah (OPD),” kata Sekretaris Daerah Lombok Timur Muhammad Juaini Taofik saat acara peringatan Hari Anak 2026 di Taman Rinjani Selong di Lombok Timur, Minggu.
Ia mengatakan anak-anak ini adalah masa depan Lombok Timur, sehingga kalau program hanya disampaikan ke dinas dan terkendala anggaran tidak menyelesaikan persoalan.
“Kepala daerah harus dengar langsung apa yang dibutuhkan anak-anak ini,” katanya.
Ia mengatakan tantangan perlindungan anak saat ini sudah tidak sesederhana dulu, karena ancaman datang dari dua arah di antaranya dunia nyata ada kekerasan dan perkawinan usia anak.
“Di dunia maya, ada kelompok terorganisir yang menyasar anak-anak melalui media sosial dan aplikasi komunikasi. Ini serius, kami sudah lakukan tracking bersama Densus 88 dan Polres Lombok Timur. Tapi tidak cukup aparat, semua lembaga harus berkolaborasi dalam melindungi anak-anak,” katanya.
Ia mengatakan soal perkawinan anak pihaknya meminta langkah pencegahan dilakukan ke hulu dan aturan diperkuat, kampanye digencarkan.
“Aparatur sipil negara (ASN) harus memberi contoh dalam keluarganya sendiri,” katanya.
Ia mengatakan berdasarkan data sementara jumlah anak di Lombok Timur saat ini mencapai 526.320 jiwa. Jumlah itu lebih besar dari populasi beberapa kota besar di Indonesia.
“Bayangkan, lebih dari setengah juta anak ada di pundak kita. Kalau gagal menjaga mereka, siapa yang akan bangun Lombok Timur 20 tahun lagi,” katanya.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Lombok Timur Rayal Ain Warisin mengajak para orang tua kembali ke hal-hal sederhana dalam menjaga anak-anak.
“Peluk anak, cium anak, tanya bagaimana sekolahnya. Kasih makan bergizi, batasi gawai, dan dukung hobinya. Titip anak-anak kita sebagai generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Kepada anak-anak, ia juga berpesan agar saling menjaga teman, tidak mudah percaya orang asing di dunia maya, dan tetap hormat kepada orang tua serta guru.
Peringatan hari anak nasional tahun ini menjadi pengingat bersama, negara, pemerintah daerah, lembaga, sekolah, dan keluarga punya tugas yang sama.
“Menjaga ribuan anak Lombok Timur agar tumbuh sehat, aman, berani bersuara, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” katanya.














