Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi di Kecamatan Jatipurno Kebut Kejar Target

banner 120x600
banner 336x280

‎Wonogiri – News PATROLI.COM –

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) merupakan program padat karya tunai yang bertujuan untuk memperbaiki, merehabilitasi, atau meningkatkan fungsionalitas jaringan irigasi dengan melibatkan peran serta masyarakat petani. Program ini mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional untuk mencapai visi Indonesia Emas.

‎Di Desa Jatipurwo, Kecamatan Jatipurno  Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, masyarakat masih menghadapi keterbatasan akses air irigasi, terutama akibat musim kemarau dan jaringan irigasi yang kurang efisien. Kondisi ini menyebabkan penurunan produktivitas pertanian. Melalui program P3-TGAI, pemerintah berupaya melibatkan masyarakat petani secara langsung sebagai penerima manfaat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan dan pemeliharaan jaringan irigasi.

‎Kepala Desa Jatipurwo  Sukiyo SH, saat di konfirmasi Tim PJW pada Sabtu 5/9/2026 menyampaikan bahwa tujuan program P3-TGAI adalah untuk meningkatkan produksi pertanian, menstabilkan harga pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat kemandirian pangan. Salah satu kelompok tani yang menjadi penerima manfaat adalah Kelompok Tani (Poktan) MAJU SEMPURNA di Dusun Garon ,Desa Jatipurwo .

‎Kelompok Tani (Poktan ) yang di ketuai oleh Kadiyo , program ini memungkinkan penambahan jaringan irigasi tersier, sehingga luas tanam yang semula kurang dari 10 hektar diharapkan meningkat menjadi 15- 20 hektar. Dengan peningkatan ini, petani dapat panen padi hingga tiga kali setahun, bahkan pada musim kemarau. Peningkatan luas tanam ini diharapkan dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani sebagai penerima manfaat langsung.

‎“P3-TGAI dilaksanakan untuk mendukung kedaulatan pangan, khususnya bagi warga Desa Jatipurwao, Kecamatan Jatipurno, sebagai wujud kemandirian ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat petani dalam perbaikan dan rehabilitasi jaringan irigasi secara partisipatif di wilayah pedesaan,” ujar Sukiyo.

‎Hal senada disampaikan oleh Kadiyo Ketua Kelompok Tani MAJU SEMPURNA sekaligus Tim Pengelola Kegiatan (TPK). Ia menjelaskan bahwa program P3-TGAI dilaksanakan secara swakelola dengan pendekatan padat karya. Selain membantu petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian, program ini juga memberikan dampak positif dengan menambah pendapatan ekonomi masyarakat setempat.

‎“Ke depan, kami berharap program P3-TGAI dapat kembali direalisasikan di desa kami, karena mayoritas warga Desa Jatipurwo masih mengandalkan sektor pertanian, seperti padi, palawija, dan hortikultura, sebagai sumber penghasilan utama,” ungkap Kadiyo.

‎Selanjutnya Kepala desa (Kades)  Jatipurwo ,Kecamatan Jatipurno Sukiyo SH menambahkan, harapan-nya yang awalnya 10 dari 15  hektar bisa panen 3 kali di musim hujan dan musim kemarau berkat Program P3-TGAI 15 hektar lahan pertanian warga kami bisa memanen 3 kali secara keseluruhan atas program ini agar dapat meningkatkan hasil panen secara signifikan dibandingkan sebelumnya,” imbuh Sukiyo. (PJW)

Baca juga :  Bisma Cup I 2026 Bergulir, Ratusan Warga Padati Lapangan Voli Blimbing, Polisi Pastikan Turnamen Berjalan Aman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *