Bondowoso, News PATROLI.COM –
Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso menghadiri kegiatan penanaman jagung bersama yang diprakarsai oleh Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK PP) Negeri 1 Tegalampel bersama Kepolisian Resor (Polres) Bondowoso, bertempat di areal kebun praktik SMK PP Negeri 1 Tegalampel, Kabupaten Bondowoso. Areal tersebut berada dalam peta kerja Perhutani KPH Bondowoso. Kegiatan mengusung tema “Bersama Menanam, Bersama Menjaga Ketahanan Pangan.” Rabu, (23/9)
Kegiatan penanaman jagung tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi lintas sektor dalam mendukung pemanfaatan lahan secara produktif, sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan pertanian dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, S.Hut., menyampaikan bahwa Perhutani mendukung kegiatan penanaman jagung sebagai bentuk sinergi dalam pemanfaatan lahan secara produktif dan berkelanjutan.
“Perhutani KPH Bondowoso mendukung kegiatan penanaman jagung ini sebagai bagian dari sinergi dalam menjaga produktivitas lahan sekaligus mendukung program ketahanan pangan. Pengelolaan kawasan harus tetap memperhatikan aspek kelestarian hutan, sehingga fungsi ekologis kawasan tetap terjaga dan pemanfaatannya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, kolaborasi antara Perhutani, dunia pendidikan, kepolisian, dan masyarakat menjadi penting dalam membangun pola pengelolaan lahan yang selaras antara kepentingan lingkungan, sosial, dan ekonomi. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi peserta didik mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara produktivitas lahan dan kelestarian sumber daya alam.
Sementara itu, Kepala SMK PP Negeri 1 Tegalampel, Sujianto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan penanaman jagung merupakan bagian dari proses pembelajaran nyata bagi siswa, khususnya dalam menerapkan kompetensi pertanian yang diperoleh di sekolah.
“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik secara langsung mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga memahami pentingnya produktivitas pertanian. Kami ingin membentuk generasi muda pertanian yang memiliki kompetensi, kepedulian terhadap lingkungan, serta mampu berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Kapolres Bondowoso Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.P., menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian penting dalam menjaga ketahanan nasional. Menurutnya, diperlukan kolaborasi dan keterlibatan berbagai pihak untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kemandirian pangan.
“Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat, dunia pendidikan, Perhutani, petani, dan seluruh elemen masyarakat. Penanaman jagung ini diharapkan tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dan kemandirian dalam mewujudkan ketahanan pangan,” ujarnya.
Kegiatan penanaman jagung bersama tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kegiatan produktif lainnya yang mendukung ketahanan pangan, peningkatan kompetensi generasi muda, serta pengelolaan sumber daya lahan yang tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan dan kelestarian lingkungan. (Dedy)










