Mojokerto, News PATROLI.COM –
Ratusan jamaah, terutama ibu – ibu warga Dusun Banjarsari dan tokoh masyarakat setempat Menghadiri Kegiatan Majlis Khotmil Qur’an ke- 29 yang digelar area Makam Eyang Tumenggung Soekarto Widjoyono di Dusun Banjarsari, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Minggu (01 /11 /2026).
Mejalis ilmu agama yang dibungkus dengan kegiatan Khotmil Qur’an ini tak terasa telah memasuki bulan atau periode ke 29 ini merupakan ajang sarana silaturahmi dan memperkuat syiar Islam sekaligus mendoakan para orang tua, guru, leluhur, dan seluruh ahli kubur, kaum muslimin dan muslimat.
Sebelumnya, sejak habis subuh jamaah rutin Khotmil Qur’an ini melakukan pembacaan Al-Qur’an, hingga khatam yang selanjutnya dirangkai siang’nya bersholawat Nabi hingga tausiah keagamaan, doa bersama dan diakhiri dengan kenduri tumpeng.
Dalam kegiatan tersebut, selain Khotmil Qur’an ( Pembacaan Ayat Al-Qur’an,) juga diisi dengan pembacaan Sholawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW oleh Group Sholawat Al-itihad Djawa Dwipa diwarnai pembacaan Tahlil dan Istighotsah juga diisi dengan ceramah agama.
Sementara itu, Ustaz Mukid selaku pembawa acara di Majelis Khotmil Qur’an ini dalam sambutan awalnya mengucapkan rasa syukur atas terselenggaranya Majelis Zikir dan Tholabul Ilmi yang telah memasuki periode ke-29 ini, sebab tidak mudah menjaga Istiqomah seperti ini.
Dijelaskan oleh Ustadz Mukid bahwa kehadiran masyarakat dalam majelis zikir dan ilmu hendaknya dilandasi niat untuk mencari rida Allah SWT serta mengharapkan keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Menurutnya, Majelis Ilmu seperti ini merupakan tempat yang baik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat keimanan, sekaligus mempererat persaudaraan antar warga.
Dalam kesempatan tersebut Ustaz Mukid juga mengingatkan bahwa setiap orang dapat memiliki alasan berbeda ketika menghadiri suatu kegiatan keagamaan yang diikutinya.
Dalam kesempatan tersebut dirinya pun mengajak seluruh jamaah untuk terus memperbaiki niat dan menjadikan Majelis Khotmil Qur’an sebagai kesempatan belajar serta mendekatkan diri kepada Sang Kholiq.
Untuk itu dirinya pun berharap masyarakat dapat terus istiqamah mengikuti kegiatan positif ini, dan Warga yang telah hadir juga diharapkan bisa pula mengajak tetangga maupun saudara yang belum berkesempatan mengikuti pengajian.
Menuru Ustadz Mukid, mengajak orang lain kepada kebaikan merupakan bagian dari upaya menyebarkan manfaat dan memperluas keberkahan di tengah masyarakat, dan semua yang hadir di Majelis Khotmil Qur’an ini diberkahi Allah SWT.
Sementara itu ditempat yang sama, penceramah kedua, KH Hasan Matori dalam tausiyahnya mengangkat tema berapa pentingnya anak berbakti kepada kedua orang tuanya, sebab ini merupakan salah satu ajaran utama dalam Islam kalau hidupnya tentram dan bahagia.
Dalam kesempatan tersebut Kyai Hasan Mathori menjelaskan bahwa perintah beribadah kepada Allah SWT dalam Al-Qur’an disandingkan dengan perintah untuk berbuat baik kepada kedua orang tua.
Berbakti kepada orang tua, ini menunjukkan betapa pentingnya menghormati, menyayangi, dan memuliakan orang tua dalam kehidupan kita sehari hari.
KH Hasan Matori juga mengingatkan jamaah agar senantiasa menjaga perkataan dan perilaku kepada orang tua, terlebih ketika mereka telah sudah tua dan kondisi melemah.
Dan, Kyai Hasan Mathori pun merujuk pada Surah Al-Isra ayat 23 yang melarang seorang anak mengucapkan perkataan kasar, membentak, ataupun menyakiti hati kedua orang tuanya, Sebab Ridho Alloh tergantung dari pada ridho orang tuanya.
Menurut Kyai Hasan Mathori, berbakti kepada orang tua tidak cukup hanya melalui pemberian materi, tetapi juga harus diwujudkan dengan sikap santun, perhatian, kasih sayang, serta kesediaan untuk menjaga perasaan kedua orang tuanya.
Dalam tausiyahnya, KH Hasan Matori juga turut menyampaikan pesan bahwa kesempatan untuk merawat dan membahagiakan orang tua merupakan sesuatu yang sangat berharga.
Untuk itu dalam Majelis Ilmu ini, dirinya pun mengajak jamaah agar tidak menyia-nyiakan kesempatan selama orang tua masih hidup. ” Sebab, menghormati dan membahagiakan mereka merupakan bentuk pengabdian yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan, dan penuh kesabaran, ” pesan Kyai Hasan Mathori.
Dalam ceramahnya, Kyai Hasan Matori juga membagikan kisah tentang seseorang yang mengalami kesulitan hidup dan kemudian berusaha memperbaiki kehidupannya melalui Do’a serta perubahan sikap, terutama kepada kedua orang tuanya, akhirnya sukses dan bahagia.
Kisah Inspiratif tersebut disampaikan oleh Kyai Hasan Mathori sebagai pengingat agar setiap orang senantiasa menghormati orang tua dan menjadikan doa sebagai bagian dari ikhtiar dalam menjalani kehidupan.
Untuk itu dalam Majelis Khotmil Qur’an rutin ini, dirinya berharap pesan tersebut dapat menjadi bahan introspeksi bagi jamaah, khususnya dalam membangun keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan dilandasi nilai-nilai agama, untuk taat kepada kedua orang tua.
Sementara itu ditempat yang sama, Penanggung jawab kegiatan Hadi Purwanto, SH, MH, yang akrab disapa Mas Hadi ini menjelaskan bahwa acara Rutinan Khotmil Qur’an di komplek Makam Eyang Tumenggung Soekarto Widjoyono, selain sebagai majelis ilmu, Majelis Khotmil Qur’an ini bisa juga menjadi sarana menimba ilmu agama, dan memperkuat hubungan sosial masyarakat Dusun Banjarsari dan sekitarnya.
Sebab, Melalui rangkaian khotmil Qur’an, sholawat, pengajian, doa bersama, dan kenduri, masyarakat diajak untuk menjaga tradisi keagamaan yang positif serta membangun lingkungan yang rukun dan harmonis.
Sedangkan atas kehadiran para ulama bersama para tokoh agama dalam kegiatan tersebut turut memberikan warna tersendiri bagi pelaksanaan majelis yang rutin digelar di lingkungan masyarakat Banjarsari ini sendiri.
Dan, diharapkan, kegiatan ini dapat terus berlangsung secara berkesinambungan dan menjadi sarana pembinaan spiritual bagi masyarakat dan juga bagi generasi muda yang ada di Dusun Banjarsari Desa Kedunglengkong Dlanggu ini. ( Rin ).
















