Sidoarjo – News PATROLI.COM –
Keterlambatan progres pembangunan Jalan Betonisasi Ruas Kebonagung–Kemasan, Kecamatan Krian, menjadi perhatian serius Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn. Orang nomor satu di Kabupaten Sidoarjo itu turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek, Selasa (6/10/2026), untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi sekaligus mengejar deviasi progres yang saat ini mencapai sekitar 9 persen.
Sidak dilakukan bukan sekadar untuk melihat perkembangan fisik proyek. Bupati Subandi juga memeriksa secara langsung kesiapan pekerjaan, mulai dari pembesian hingga persiapan pelaksanaan betonisasi. Ia ingin memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan teknis dan target waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Proyek peningkatan Jalan Kebonagung–Kemasan tersebut membentang sepanjang sekitar 1.050 meter dengan lebar 6 meter. Jalan ini menjadi salah satu pekerjaan infrastruktur yang mendapat perhatian pemerintah daerah karena progresnya harus terus dipantau agar keterlambatan yang terjadi tidak semakin melebar.
Di lokasi proyek, Bupati Subandi melihat secara langsung proses persiapan betonisasi. Ia mengecek detail pembesian yang menjadi bagian penting sebelum pengecoran dilaksanakan. Dari penjelasan pelaksana di lapangan, pembesian menggunakan besi ulir berdiameter 16 milimeter dengan jarak pemasangan sesuai ketentuan teknis.
Bupati Subandi menegaskan bahwa pengawasan pekerjaan harus dilakukan sejak awal, bukan hanya ketika proyek sudah mendekati batas akhir kontrak. Menurutnya, progres pekerjaan perlu dipetakan secara berkala sehingga setiap potensi persoalan dapat segera diketahui dan dicarikan penyelesaiannya.
Terlebih, pekerjaan tersebut sebelumnya menghadapi kendala keberadaan tiang listrik bertegangan tinggi di lokasi. Berdasarkan penjelasan pelaksana, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi progres pekerjaan.
Namun, Bupati Subandi meminta persoalan tersebut tidak menjadi alasan berlarut-larut yang kemudian menyebabkan pekerjaan semakin tertinggal. Setiap kendala harus segera dikomunikasikan kepada pihak yang berkepentingan agar dapat dicarikan solusi.
Ia secara khusus meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk lebih intensif melakukan pengawasan terhadap pekerjaan di lapangan.
“Kalau ada deviasi, harus segera diketahui persoalannya apa. Apakah tenaga kerja atau material. PPK harus terus melakukan pengawasan. Kalau memang ada deviasi, setiap minggu harus dikomunikasikan dan dicari solusinya,” ujarnya.
Menurut Subandi, keberadaan PPK memiliki peran penting dalam memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan. PPK tidak cukup hanya menerima laporan perkembangan pekerjaan, tetapi harus aktif melihat kondisi lapangan dan mengetahui secara detail setiap tahapan yang sedang dikerjakan.

Dengan pengawasan yang lebih aktif, kata dia, setiap deviasi dapat diketahui sejak awal. Persoalan terkait tenaga kerja, ketersediaan material maupun kendala teknis harus segera diidentifikasi sebelum berdampak lebih besar terhadap keseluruhan jadwal pekerjaan.
“Kalau ada deviasi, harus segera diketahui persoalannya apa,” tegasnya.
Bupati Subandi juga meminta progres pekerjaan dipetakan secara rutin. Menurutnya, pemetaan progres diperlukan untuk mengetahui apakah pekerjaan masih berada dalam jalur target atau mulai mengalami keterlambatan.
Pengawasan, lanjutnya, tidak boleh hanya dilakukan pada akhir pekerjaan. Justru pada setiap tahapan pekerjaan perlu dilakukan evaluasi untuk memastikan pekerjaan tetap berjalan sesuai target.
Hal tersebut juga berkaitan dengan spesifikasi konstruksi. Saat melakukan pemeriksaan di lokasi, Subandi meminta data konstruksi dan rincian spesifikasi pekerjaan disiapkan secara lebih detail. Data tersebut nantinya dapat digunakan sebagai dasar untuk mencocokkan antara pekerjaan yang dilaksanakan di lapangan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta ketentuan teknis yang telah ditetapkan.
“Data konstruksinya harus detail. Pembesiannya seperti apa, jaraknya berapa, kemudian spesifikasi betonnya juga harus jelas. Dengan begitu, kita bisa melihat kesesuaiannya dengan RAB dan pekerjaan di lapangan,” tegasnya.
Bagi Subandi, detail pekerjaan menjadi bagian penting dalam proses pengawasan. Setiap material yang digunakan harus dapat diketahui spesifikasinya, demikian pula dengan jarak dan pola pembesian serta spesifikasi beton yang akan digunakan dalam pekerjaan.
Dengan data konstruksi yang lengkap, pemeriksaan pekerjaan dapat dilakukan secara lebih terukur. Pekerjaan di lapangan dapat dibandingkan dengan dokumen perencanaan sehingga potensi ketidaksesuaian dapat segera diketahui.
Bupati Subandi juga menekankan agar pekerjaan tidak hanya mengejar kecepatan penyelesaian, tetapi tetap memperhatikan kualitas dan kesesuaian dengan spesifikasi teknis. Percepatan pekerjaan harus dilakukan secara terukur agar target waktu dapat dicapai tanpa mengabaikan ketentuan konstruksi.
Setelah pembesian dinyatakan siap, tahapan betonisasi mulai dilaksanakan. Dimulainya proses tersebut diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan progres pekerjaan dan mengejar keterlambatan yang masih berada di kisaran 9 persen.
Subandi mengatakan, waktu untuk mengejar deviasi tersebut masih tersedia. Target penyelesaian proyek ditetapkan pada Desember, sementara kontrak pekerjaan berlangsung hingga 16 Desember.
Karena itu, ia meminta seluruh pihak yang terlibat tidak kehilangan waktu. Pengawasan harus dilakukan lebih intensif dan setiap persoalan yang muncul harus segera dikomunikasikan.
“Targetnya Desember, kontraknya sampai tanggal 16. Ini masih bulan Oktober. Mudah-mudahan deviasi 9 persen ini bisa kita kejar. Kuncinya PPK harus aktif. Kalau ada deviasi segera dikomunikasikan dan dicari penyelesaiannya,” pungkas Bupati Subandi.
Penegasan tersebut sekaligus menjadi instruksi agar pelaksanaan pekerjaan tidak berjalan tanpa kontrol. Bupati ingin progres proyek dipantau dari waktu ke waktu sehingga deviasi dapat ditekan dan target penyelesaian tetap berada dalam koridor kontrak.
Dengan dimulainya betonisasi, perhatian kini diarahkan pada percepatan pekerjaan di lapangan. PPK diminta aktif melakukan monitoring, pelaksana diminta menjaga ritme pekerjaan, sementara setiap kendala harus segera disampaikan untuk mendapatkan solusi.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap pekerjaan peningkatan Jalan Kebonagung–Kemasan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditentukan. Selain mengejar waktu penyelesaian, kesesuaian konstruksi dan kualitas pekerjaan tetap menjadi bagian utama yang harus dijaga selama proses pembangunan berlangsung.
Sidak Bupati Subandi tersebut menunjukkan bahwa percepatan infrastruktur tidak hanya diukur dari seberapa cepat pekerjaan selesai, tetapi juga dari bagaimana setiap tahapan pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan sesuai dengan perencanaan.
Dengan waktu kontrak yang masih berjalan hingga 16 Desember, pemerintah daerah mendorong seluruh pihak untuk memanfaatkan waktu yang tersedia secara maksimal. Deviasi sekitar 9 persen menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dikejar, dengan pengawasan PPK sebagai salah satu kunci utama agar proyek dapat kembali sesuai target. (ADV)















