Ketua DPRD Sidoarjo Sambut JMSI, Dorong Media Siber Lokal Lebih Profesional dan Berdaya

banner 120x600
banner 336x280

Sidoarjo – News PATROLI.COM –

Eksistensi media siber lokal dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal pembangunan daerah, memperkuat keterbukaan informasi publik, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, sinergi antara lembaga legislatif dan insan pers perlu terus dibangun tanpa mengesampingkan independensi serta kebebasan pers.

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sidoarjo bersama Ketua DPRD Sidoarjo, H. Abdillah Nasih, S.M., di ruang VIP DPRD Sidoarjo, Rabu (4/11/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut diwarnai diskusi mengenai eksistensi media pers di tengah perkembangan teknologi informasi, tantangan industri media, serta kontribusi media dalam mendukung program pembangunan, khususnya di Kabupaten Sidoarjo.

Dalam audiensi tersebut, Ketua Cabang JMSI Sidoarjo, Saiful Bakhri, hadir didampingi Sekretaris Slamet Abidin, Bendahara M. Haris Sokran, serta 10 pengurus lainnya.

Ketua DPRD Sidoarjo, H. Abdillah Nasih, menyambut baik kehadiran JMSI sebagai organisasi yang menaungi perusahaan media siber di Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, keberadaan media memiliki posisi penting dalam kehidupan demokrasi sehingga harus diimbangi dengan peningkatan profesionalisme dan kualitas pemberitaan.

“Seperti kita ketahui, media merupakan bagian dari pilar demokrasi. Sehingga hadirnya JMSI di Sidoarjo sebagai organisasi wadah media ini tentunya kita harapkan kiprahnya lebih berdaya dan lebih profesional,” ujarnya.

Nasih menjelaskan, pengelolaan perusahaan pers pada era digital menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Tidak hanya berkaitan dengan aspek bisnis dan perkembangan teknologi, tetapi juga tuntutan untuk menghasilkan pemberitaan yang berkualitas, informatif, berimbang, serta memiliki nilai edukasi bagi masyarakat.

Menurutnya, para pemilik perusahaan media yang tergabung dalam JMSI harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Organisasi media diharapkan menjadi ruang pemberdayaan sekaligus sarana meningkatkan kapasitas anggotanya dalam menghadapi persaingan industri media yang semakin dinamis.

Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan media lokal dalam mengangkat berbagai potensi daerah. Media siber lokal tidak sekadar menjadi penyampai informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memperkenalkan identitas daerah dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal di tengah masyarakat.

“Media lokal yang merupakan anggota JMSI Sidoarjo tentunya memiliki peran penting sebagai jembatan, penyebar informasi, sekaligus mampu berperan sebagai agen pelestarian nilai-nilai kearifan lokal di tengah masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nasih menegaskan bahwa media merupakan mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi mengenai berbagai program pembangunan kepada masyarakat. Peran tersebut penting agar publik dapat mengetahui kebijakan, kegiatan, serta hasil pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah.

Namun, menurutnya, kontribusi media tidak berhenti pada penyebarluasan informasi pembangunan. Media juga memiliki fungsi kontrol sosial dan menjadi penghubung komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat.

Bagi DPRD Sidoarjo, hubungan kemitraan dengan media perlu dijaga secara berkelanjutan. Melalui pemberitaan yang informatif dan berimbang, masyarakat dapat mengetahui pelaksanaan tugas dan fungsi lembaga legislatif, mulai dari legislasi, penganggaran hingga pengawasan.

“Jadi bagi kami, media adalah mitra. Pengertian saling mendukung sesuai peran masing-masing dengan tidak mengurangi substansi eksistensi media itu sendiri, yakni kebebasan menyajikan berita sesuai norma-norma jurnalistik dan peraturan perundang-undangan,” tegas Nasih.

Ia menambahkan, kebebasan pers merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi yang harus dihormati oleh seluruh pihak. Kebebasan tersebut juga harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan tetap berpedoman pada kode etik jurnalistik dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Jaminan kebebasan pers yang bertanggung jawab harus dihormati semua pihak,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua JMSI Sidoarjo, Saiful Bakhri, menjelaskan bahwa JMSI merupakan organisasi perusahaan media siber yang berada dalam ekosistem pers nasional dan memiliki struktur kepengurusan berjenjang, mulai tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota.

Menurut Saiful, pembentukan JMSI di Kabupaten Sidoarjo bertujuan menjadi wadah pemberdayaan perusahaan media siber lokal agar memiliki kapasitas, daya saing, serta profesionalisme dalam menjalankan kegiatan jurnalistik maupun mengelola usaha media.

Ia menilai, media lokal mempunyai keunggulan dalam menjangkau berbagai persoalan dan perkembangan di daerah yang belum tentu mendapatkan ruang pemberitaan secara luas di media nasional.

Melalui keberadaan organisasi tersebut, media anggota JMSI diharapkan mampu memperkuat penyebaran informasi mengenai potensi daerah, kebijakan pemerintah, persoalan sosial, hingga berbagai isu aktual yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat Sidoarjo.

“Tentunya juga memiliki peran sebagai mata dan mitra strategis pemerintah daerah dalam menyampaikan program daerah serta memberikan edukasi bagi publik,” ujarnya.

Saiful juga menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan Ketua DPRD Sidoarjo yang memandang media sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan DPRD Sidoarjo yang menjadikan media sebagai mitra pemerintah,” tambahnya.

Lebih jauh, Saiful menegaskan bahwa JMSI tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas produk jurnalistik, tetapi juga mendorong penguatan aspek manajemen dan keberlanjutan bisnis perusahaan media.

Menurutnya, profesionalisme media harus dibangun secara menyeluruh. Selain menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan berkualitas, perusahaan media juga dituntut memiliki tata kelola usaha yang sehat agar mampu bertahan menghadapi perubahan industri digital.

Ia berharap, melalui pembinaan dan pemberdayaan organisasi, perusahaan media lokal dapat berkembang menjadi unit usaha yang produktif dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Bahkan, meskipun sebagian perusahaan media lokal masih berada dalam skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), keberadaannya berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru, baik bagi wartawan maupun tenaga administrasi dan staf pendukung di lingkungan perusahaan.

“Harapan kami, melalui wadah organisasi ini, profesionalisme anggota semakin meningkat. Tidak hanya menyangkut kualitas berita yang disajikan, tetapi juga kemampuan mengelola usaha media secara profesional. Dampaknya, perusahaan media lokal dapat berkembang dan ikut membuka lapangan pekerjaan, baik sebagai wartawan maupun staf kantor,” pungkasnya.

Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya JMSI Sidoarjo membangun komunikasi dan memperluas sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan daerah. Dengan tetap menjaga independensi pers, media lokal diharapkan mampu menjalankan fungsi informasi, edukasi, dan kontrol sosial sekaligus berkontribusi dalam mendorong pembangunan Sidoarjo yang transparan dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *