banner 700x256

Siap Direlokasi, 43 KK Korban Banjir Huu Ikuti Pengundian Nomor Rumah Hunian Tetap

Wakil Bupati Dompu, H. Syahrul Parsan, ST, MT didampingi FKPD saat menyerahkan kunci Huntap secara simbolis kepada penerima usai pengundian di Pendopo Bupati, Rabu, 16 Maret 2022
banner 120x600
banner 336x280

Dompu-NTB, Newspatroli.com

Sebanyak 43 orang kepala keluarga (KK) dari 107 KK korban banjir bandang Huu mengikuti pengundian nomor rumah bagi penerima rumah hunian tetap (Huntap) di pendopo Bupati Dompu, Rabu, 16 Maret 2022. Pengundian dilakukan untuk menghindari kecemburuan terkait posisi rumah yang diterima.

Warga yang belum siap menerima Huntap bagi korban banjir, masih diberi kesempatan untuk memilih. Ketika memilih Huntap korban relokasi, rumah lamanya harus ditinggalkan dan diserahkan kepada pemerintah untuk menjadi area terbuka hijau dan area pelebaran sungai.

Wakil Bupati Dompu, H. Syahrul Parsan, ST, MT menyaksikan proses pengundian nomor rumah dan penyerahan kunci rumah secara simbolis kepada 43 KK yang sudah menyatakan kesediaan direlokasi di Huntap korban banjid di Desa Daha. Ke 43 KK ini terdiri dari 35 orang warga Daha dan 8 orang warga Marada.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Dompu, Ir H Rusdin, MSI didampingi jajarannya foto bersama dengan penerima Huntap usai penandantanganan dokumen.(Suara NTB/ula)

H. Syahrul Parsan, ST, MT dalam sambutannya menyampaikan harapannya kepada penerima Huntap untuk bisa merawat dan menjaga lingkungan, rumahnya dan menjaga ketertiban di tempat baru. Apalagi diantara penerima Huntap ini, ada warga Marada dan pastinya akan menjadi warga Daha. Pilihan rumahpun diundi semuanya agar tidak terkesan pilih kasih dan semua blok diundi agar terisi semua. “Sebelum ambil nomor, doa dulu. Supaya nomor rumah yang diterima, sesuai harapan. Kalaupun tidak sesuai, itu rejekinya,” kata H. Syahrul.

Terkait sertifikat Huntap, Wabup mengatakan, akan diurus oleh pemerintah daerah (Pemda). Proses pengurusan akan dilakukan setelah semua rumah terisi. Karena proses sertifikat itu sesuai dengan nama pemilik rumah. Terhadap rumah yang belum terisi saat ini, harapannya agar masyarakat korban banjir lalu yang belum bersedia direlokasi mau direlokasi setelah melihat 43 orang ini menempati rumah relokasi. “Kalaupun tidak bersedia, nanti pemerintah akan mencarikan orang untuk menempatinya. Tentunya orang miskin, sehingga rumah itu terisi semua,” jelasnya.

Baca juga :  URC Dinsos Medan Turun ke Lokasi Pemukiman Warga di Area Pemakaman Usai Sekretaris GNM Sumut menghubungi Kadinsos

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Dompu, Ir H Rusdin, MSI dalam laporannya menyampaikan, Huntap ini merupakan rumah sederhana tipe 36 M2 yang dilengkapi dengan prasarana, sarana dan untilitas umum. Seperti jalan huntap, jalan lingkungan perumahan, mushallah, balai warga, TPS, dan kontainer, air bersih, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), penerangan jalan umum, taman anak – anak dan lapangan bola voli dengan total biaya Rp.35,143 M.

Pengundian nomor rumah kepada 43 KK yang sudah menyatakan kesediaan direlokasi di Huntap korban banjid di Desa Daha ini dilakukan satu per satu oleh pemilik nama. Setelah mendapati nomor rumah yang diambil pada tempat yang disiapkan di depan, pemilik nama langsung menempelkan nomor yang didapat pada nomor rumah pada denah yang disiapkan.

Ke 43 KK yang sudah diundi nomor rumahnya, Kamis, 17 Maret 2022 langsung menerima kunci rumah Huntap yang sudah diundi di pendopo Bupati. Para pemilik rumah langsung membersihkan rumahnya sebelum ditempati. “Kita bersih – bersih dulu sebelum kita masuki rumahnya,” kata salah seorang pemilik rumah. (Ony)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *