Sidoarjo – News PATROLI.COM –
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui berbagai program pemberdayaan bagi klien pascarehabilitasi. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui pelatihan vokasional musik yang diselenggarakan di Hotel Aston Sidoarjo, Rabu (10/6/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari pendekatan rehabilitasi berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada pemulihan dari ketergantungan narkotika, tetapi juga mendorong pengembangan potensi diri para penyintas penyalahgunaan narkoba agar mampu kembali hidup produktif, mandiri, dan berdaya saing di tengah masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri Kepala BNNK Sidoarjo Kombes Pol. Gatot Soegeng Soesanto, S.H., Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo Fredik Suharto, Kasi Rehabilitasi BNNK Sidoarjo Abdul Muklis Jamil Susilo, serta sejumlah lembaga mitra rehabilitasi di Kabupaten Sidoarjo, termasuk Yayasan Pondok Pesantren Al Kholiqi Rehabilitasi Sosial Pecandu Narkoba.
Kasi Rehabilitasi BNNK Sidoarjo Abdul Muklis Jamil Susilo mengatakan bahwa pelatihan vokasional musik dirancang untuk memberikan penguatan keterampilan sekaligus membuka peluang profesi bagi para klien pascarehabilitasi di bidang seni musik.

“Program vokasional musik ini memberikan penajaman keterampilan dan profesi di bidang musik. Alhamdulillah, peserta dibimbing sejak pagi hingga sore hari hingga terbentuk satu kelompok musik yang mampu tampil di hadapan peserta dan tamu undangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, lembaga-lembaga rehabilitasi diharapkan terus mendukung pengembangan minat dan bakat para klien sesuai potensi masing-masing agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih optimal dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo Fredik Suharto menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mendukung Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang dijalankan BNNK Sidoarjo. Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukasi, sosialisasi, peningkatan kapasitas petugas rehabilitasi, hingga penyelenggaraan program vokasional bagi klien pascarehabilitasi.
Menurutnya, pelatihan vokasional musik menjadi sarana positif bagi para klien yang memiliki bakat seni untuk mengembangkan potensinya menjadi karya kreatif bahkan peluang profesi di masa mendatang.
“Harapannya mereka memiliki pola pikir dan perilaku yang disiplin serta mampu mengubah potensi diri menjadi karya yang bermanfaat,” katanya.
Selama pelatihan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai tahapan pembelajaran mulai dari pendalaman materi, praktik individu, latihan kelompok, hingga penampilan kolaboratif bersama musisi lokal Sidoarjo. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa klien pascarehabilitasi memiliki kemampuan dan potensi yang dapat berkembang secara positif ketika diberikan ruang, kesempatan, dan pendampingan yang tepat.
Di sisi lain, Direktur Yayasan Pondok Pesantren Rehabilitasi Sosial Pecandu Narkoba Al Kholiqi, Sayyid Abdullah, S.H.I., menilai program vokasional memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan proses pemulihan para klien setelah menyelesaikan masa rehabilitasi.
Menurutnya, pihaknya mengirimkan sejumlah klien yang memiliki minat dan kemampuan di bidang musik, termasuk drummer dan vokalis, untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah mereka mendapat kesempatan tampil dan menunjukkan kemampuan yang dimiliki,” ungkapnya.
Ia menyebutkan bahwa banyak klien rehabilitasi sebenarnya memiliki potensi besar yang perlu mendapat ruang dan dukungan agar dapat berkembang secara positif.
“Ketika mereka diberi ruang untuk berkarya, mereka akan lebih termotivasi untuk pulih dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sayyid Abdullah berharap para peserta dapat memperoleh kesempatan tampil dalam berbagai kegiatan publik, seperti Car Free Day, alun-alun, gedung olahraga, maupun ruang-ruang kreatif lainnya di Kabupaten Sidoarjo sehingga karya dan kemampuan mereka dapat dikenal serta diapresiasi masyarakat luas.
Selain bidang musik, ia juga mendorong agar program vokasional diperluas ke sektor produktif lainnya, seperti peternakan ayam, budidaya lele, hidroponik, pelatihan keterampilan kerja, hingga kewirausahaan. Menurutnya, aktivitas produktif menjadi bekal penting untuk membangun kemandirian sekaligus meningkatkan kemampuan ekonomi para klien setelah kembali ke lingkungan sosialnya.
Ia menambahkan, selama tiga tahun terakhir program vokasional telah berjalan dengan berbagai fokus kegiatan, mulai dari pelatihan pengecatan hingga pengembangan bakat musik.
“Pemulihan tidak berhenti setelah rehabilitasi, tetapi harus dilanjutkan melalui pembinaan dan pemberdayaan agar mereka dapat kembali produktif dan diterima di masyarakat,” tegasnya.
Melalui program pemberdayaan berbasis keterampilan ini, BNNK dan Bakesbangpol Sidoarjo menunjukkan bahwa rehabilitasi bukan sekadar proses pemulihan dari ketergantungan narkotika. Lebih dari itu, rehabilitasi merupakan upaya membangun kembali harapan, meningkatkan kepercayaan diri, serta membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi para penyintas penyalahgunaan narkotika agar mampu berkontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya. (Gus)










