Sumenep – News PATROLI.COM –
Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono,melaksanakan kunjungan kerja, yang menjadikan penanda kuat di ujung timur Pulau Madura Sumenep yang kini menjadi prioritas pembangunan Nasional, Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Dusun Temor Lorong, Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Selasa (03/03/2026).
Kunjungan Mentri tersebut, dilakukan setelah meninjau KNMP Lateng di Banyuwangi Jawa timur (Jatim), agenda itu menjadi bagian dari upaya memastikan program penguatan kampung nelayan yang berjalan optimal di berbagai daerah.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB itu dihadiri kurang lebih 175 orang, terdiri dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, tokoh masyarakat, hingga perwakilan nelayan setempat.
Di kunjungan itu Trenggono menyampaikan langsung keyakinan KNMP Sumenep akan membawa dampak signifikan bagi masyarakat pesisir dari kesejahteraan maupun penguatan ekonomi daerah.
“Saya yakin, KNMP mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan,memperkuat ekonomi pesisir,serta mendorong hilirisasi produk perikanan agar lebih kompetitif di pasar,”Kata Trenggono dalam keterangannya seperti dikutip, Selasa (3/3/2026).
Menteri Trenggono meninjau langsung setiap ruangan di kawasan KNMP sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat untuk memastikan sarana dan prasarana yang dibangun benar-benar dimanfaatkan secara optimal demi kesejahteraan nelayan.
Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri merupakan bagian dari pembangunan 100 titik yang saat ini tengah berjalan, termasuk salah satunya di Sumenep yang masih dalam tahap penyelesaian. Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 titik pada tahun ini.
“Kita ingin fasilitas yang dibangun benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas dan harga hasil tangkapan nelayan,” ujar Menteri Trenggono.
Sejumlah fasilitas pendukung telah disiapkan, mulai dari pabrik es untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan, pembangunan SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan), pos layanan, hingga mobil pendingin (cold storage mobile) yang memungkinkan distribusi hasil tangkapan dilakukan lebih cepat dengan kualitas tetap terjaga.
Menurutnya, kualitas hasil tangkapan sangat bergantung pada penanganan pasca tangkap. Dengan dukungan fasilitas tersebut, produk nelayan diharapkan tetap dalam kondisi prima sehingga mampu meningkatkan nilai jual di pasaran.
Selain itu, Menteri Trenggono juga menyampaikan rencana diskusi dengan Bupati Sumenep terkait kemungkinan penambahan titik Kampung Nelayan Merah Putih di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyerahkan bantuan sosial berupa beras 10 kilogram kepada perwakilan nelayan Desa Dapenda.
Dalam sambutannya, Menteri Trenggono mengaku senang dapat bertemu langsung dengan masyarakat nelayan. Ia berharap keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih benar-benar dijaga dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.
Ia menegaskan, bantuan yang diberikan tidak hanya terbatas pada beras, namun ke depan akan ada berbagai program dan dukungan lain yang difokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.
“Di era Bapak Presiden Prabowo, kita ingin menghilangkan kampung nelayan yang kumuh menjadi kampung nelayan yang sehat dan bersih. Tahun ini kita bangun 1.000 titik. Semua kita bangunkan. Ini perintah Presiden,” tegasnya.
Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis pemerintah dalam memperkuat sektor perikanan nasional sekaligus mendorong transformasi kawasan pesisir, khususnya di Kabupaten Sumenep, menjadi lebih produktif dan berdaya saing.
(Hen)
















