Madiun  

Pelanggan PDAM Madiun Keluhkan Air Berbau Tak Sedap

banner 120x600
banner 336x280

‎Madiun – News PATROLI.COM –

Ratusan pelanggan Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun, mengeluhkan pasokan air tidak lancar dan mengeluarkan bau tidak sedap.

‎Giman, salah satu pelanggan warga Desa/Kecamatan Dagangan, menyampaikan bahwa kondisi air tersebut dianggap tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk konsumsi rumah tangga.

‎ “Kadang airnya itu baunya bacin dan amis dan keruh,” ujar Giman, kepada awak media, Senin (29/6/2026).

‎Menurutnya, persoalan air keruh dan berbau seharusnya menjadi perhatian serius oleh pihak pengelola PDAM agar pelanggan dapat menikmati layanan air bersih yang layak untuk digunakan kebutuhan rumah tangga.

‎ “Intinya untuk diminum dan masak itu tidak layak. Sudah tiga tahun ini saya masak tidak pakai air PDAM,” jelasnya.

‎Selain itu, Giman mengaku kecewa terkait pelayanan yang diberikan PDAM. Pasalnya, penggantian meter air ataupun stop kran yang rusak harus dibebankan kepada pelanggan.

‎ “Meteran atau kran merah ini kalau rusak yang ganti yang punya rumah. Meteran saya sudah satu kali ganti. Kalau kran ini sudah tiga kali, sekali ganti harganya Rp 90 ribu,” keluhnya.

‎Sementara itu, Harianto selaku Kepala PDAM Unit Kecamatan Dagangan membenarkan keluhan warga tersebut. Menurut Harianto, bau tidak sedap dan keruh itu disebabkan karena umur pipa air PDAM yang terpasang sudah lama.

‎ “Itu karena pipanya airnya sudah lama sehingga kotor. Tetapi beberapa Minggu sekali kita kuras,” katanya.

‎Menurut Harianto, pelanggan yang mengeluh akibat air yang tidak lancar dan mengeluarkan bau tidak sedap itu terjadi sejak awal tahun ini. sementara jumlahnya hingga ratusan pelanggan.

‎ “Kalau tidak lancar itu waktu pagi dan sore aja, maklum itu puncaknya pemakaian. Kalau yang berbau itu hanya beberapa titik dan tidak semuanya. Jumlahnya gak banyak, hanya seratusan,” tambahnya.

‎Terkait pernyataan warga bahwa perbaikan meter air dibebankan pelanggan itu, Harianto membantah dengan tegas bahwa itu tidak benar. “Pergantian water meter gratis, kalau stop kran memang tanggungjawab pelanggan,” tutupnya. (Budi/Ddk)

Baca juga :  Warga Kota Madiun Digemparkan Oleh Penemuan Bayi Dalam Katong Plastik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *