Semarak HUT ke-81 RI, YPP Al Kholiqi Libatkan Pasien Rehabilitasi dalam Beragam Lomba

banner 120x600
banner 336x280

Sidoarjo – News PATROLI.COM –

Semarak memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026 turut dirasakan para penerima manfaat rehabilitasi di Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Al Kholiqi Rehabilitasi Sosial Pecandu Narkoba, Jalan Brigjen Katamso II, Kedungrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Mengusung semangat kemerdekaan dan kebersamaan, YPP Al Kholiqi menggelar berbagai perlombaan rakyat yang melibatkan seluruh unsur yayasan, mulai dari pimpinan, direktur, staf hingga para pasien korban penyalahgunaan narkotika yang tengah menjalani proses rehabilitasi, Jumat (7/8/2026).

Sejumlah perlombaan khas perayaan HUT Kemerdekaan RI digelar dengan suasana penuh keakraban dan keceriaan. Di antaranya lomba makan kerupuk, mengambil gelang karet dari tumpukan tepung, serta lomba kempit balon.

Antusiasme para peserta terlihat sejak perlombaan dimulai. Para pasien rehabilitasi tampak bersemangat mengikuti setiap permainan, berbaur bersama staf dan pengurus yayasan tanpa sekat.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana positif dan membangun rasa percaya diri bagi para penerima manfaat yang sedang menjalani tahapan pemulihan.

Pimpinan YPP Al Kholiqi, H. Abdul Kholiq atau yang akrab disapa Gus Kholiq, mengatakan bahwa seluruh pasien rehabilitasi sengaja dilibatkan dalam kegiatan tersebut agar mereka dapat merasakan kebahagiaan dan suasana kebersamaan dalam momentum peringatan kemerdekaan.

“Kami sengaja melibatkan seluruh staf YPP Al Kholiqi dan khususnya para pasien rehabilitasi. Kami ingin mereka bisa merasakan kebahagiaan, kebersamaan dan tidak merasa dikucilkan. Karena momentum HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ini merupakan hak seluruh bangsa Indonesia,” ujar Gus Kholiq.

Menurutnya, para korban penyalahgunaan narkotika yang sedang menjalani rehabilitasi juga memiliki hak yang sama untuk menikmati kebahagiaan, berinteraksi secara positif dan merasakan semangat kemerdekaan bersama masyarakat lainnya.

“Kami ingin para pasien korban penyalahgunaan narkotika benar-benar merasakan kebahagiaan seperti yang kita rasakan saat memperingati HUT RI ke-81. Momen seperti ini paling tidak sedikit banyak dapat membantu proses pemulihan mereka,” katanya.

Gus Kholiq menegaskan, proses penyembuhan dari ketergantungan narkotika membutuhkan berbagai pendekatan. Rehabilitasi memang menjadi bagian penting, namun proses pemulihan juga membutuhkan dukungan lingkungan yang sehat, kegiatan positif, pendampingan serta penerimaan sosial.

“Proses penyembuhan itu banyak cara dan banyak jalan. Tidak hanya melalui rehabilitasi saja. Memang rehabilitasi sangat penting dalam proses pemulihan, tetapi suasana lingkungan, dukungan sosial dan kegiatan positif juga memiliki peran yang sangat besar,” jelasnya.

Ia menjelaskan, rehabilitasi bukan sekadar menghentikan ketergantungan seseorang terhadap narkotika. Lebih dari itu, rehabilitasi merupakan proses pemulihan secara menyeluruh agar penerima manfaat mampu kembali menjalani kehidupan secara sehat, mandiri, produktif serta dapat diterima kembali di tengah keluarga dan masyarakat.

Baca juga :  Polresta Sidoarjo Intensifkan Patroli, Cegah Praktik Calo di Kantor Samsat

“Rehabilitasi bukan hanya menghentikan ketergantungan terhadap narkoba, tetapi merupakan proses pemulihan secara menyeluruh agar seseorang mampu kembali menjalani kehidupannya secara sehat, mandiri, produktif, dan diterima kembali di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” tegasnya.

Dalam pelaksanaan program rehabilitasi, YPP Al Kholiqi menerapkan pendekatan yang komprehensif dengan mengintegrasikan aspek psikososial dan spiritual. Kedua pendekatan tersebut dinilai penting untuk mendukung proses pemulihan secara menyeluruh.

Pendampingan psikososial diarahkan untuk membantu membangun kembali rasa percaya diri para penerima manfaat, memperbaiki hubungan sosial, meningkatkan kemampuan beradaptasi serta mengembalikan fungsi sosial mereka sehingga memiliki kesiapan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Sementara itu, pembinaan spiritual menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses rehabilitasi. Melalui penguatan nilai-nilai keagamaan dan pembentukan karakter, para penerima manfaat dibimbing untuk meningkatkan keimanan, memperkuat pengendalian diri serta membangun kesadaran agar tidak kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

“Kami terus meningkatkan mutu dan kualitas layanan rehabilitasi melalui pendekatan psikososial dan spiritual secara terpadu. Harapan kami, setiap penerima manfaat memperoleh kesempatan untuk pulih secara optimal, kembali produktif serta mampu menjalani kehidupan yang lebih baik tanpa stigma dari lingkungan sekitarnya,” tutur Gus Kholiq.

Ia menambahkan, proses pemulihan tidak dapat dibebankan hanya kepada lembaga rehabilitasi. Keberhasilan seseorang untuk terbebas dari penyalahgunaan narkotika dan kembali menjalani kehidupan secara produktif membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Keluarga, pemerintah, dunia pendidikan, komunitas serta masyarakat secara luas memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung keberlanjutan proses pemulihan.

Menurut Gus Kholiq, dukungan tersebut diperlukan agar para penerima manfaat tidak hanya mampu menyelesaikan tahapan rehabilitasi, tetapi juga memiliki kepercayaan diri untuk kembali menjalani kehidupan setelah menyelesaikan program.

“Sinergi antara lembaga rehabilitasi, keluarga, pemerintah, dunia pendidikan, komunitas dan masyarakat sangat penting. Dukungan bersama menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga keberlanjutan proses pemulihan sekaligus mencegah terjadinya kekambuhan,” pungkasnya.

Melalui peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, YPP Al Kholiqi ingin menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tengah berjuang keluar dari ketergantungan narkotika.

Perayaan sederhana melalui berbagai permainan rakyat tersebut menjadi simbol bahwa proses pemulihan juga membutuhkan ruang untuk bergembira, bersosialisasi dan membangun kembali optimisme.

Semangat para penerima manfaat yang mengikuti perlombaan menjadi gambaran bahwa di balik proses rehabilitasi terdapat perjuangan untuk kembali menemukan kepercayaan diri, harapan dan kehidupan yang lebih baik.

Dengan semangat kemerdekaan, YPP Al Kholiqi terus berkomitmen memberikan pendampingan secara humanis dan terpadu, sekaligus mendorong terwujudnya proses rehabilitasi yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan dari ketergantungan narkotika, tetapi juga pada pengembalian fungsi sosial dan kualitas hidup para penerima manfaat. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *