Gencarkan Program ILP, Desa Krenceng Tetapkan Sasaran Bebas Stunting dan Lansia Sehat sebagai Inovasi Unggulan

banner 120x600
banner 336x280

Blitar, News PATROLI.COM –

Desa Krenceng, Kecamatan Ngelok, Kabupaten Blitar, secara resmi menggencarkan pelaksanaan program Integrasi Pelayanan Publik (ILP) program pembinaan dari Puskesmas Kecamatan Ngelok yang diangkat menjadi Program Unggulan Kepala Desa Krenceng. Kegiatan ini berupa pelayanan kesehatan terpadu yang difokuskan khusus untuk bayi dan lansia agar tumbuh dan hidup sehat.

Pemerintah Desa Krenceng bersama Puskesmas Kecamatan Ngelok memantau kegiatan ILP ini yang langsung dipimpin
Amsori Kepala Desa Krenceng agar kegiatan ini tepat sasaran. Dilaksanakan secara rutin setiap satu bulan sekali pada setiap tgl 10 di Kantor Desa Krenceng.

Program ILP dijalankan sebagai langkah strategis menuju Desa Krenceng bebas stunting dan menjamin kualitas hidup yang sehat bagi para lansia. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata perhatian Pemerintah Desa kepada masyarakat, khususnya di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran dari Pemerintah Kabupaten.

Pelayanan kesehatan terpadu dilaksanakan secara terjadwal dan terintegrasi, menggabungkan pembinaan kesehatan bayi serta pemantauan dan pelayanan kesehatan lansia dalam satu wadah kegiatan. Dengan pelaksanaan rutin setiap bulan, program ini diharapkan dapat memantau perkembangan kesehatan secara berkelanjutan dan menekan angka stunting serta masalah kesehatan pada lansia.

Baca juga :  Lapas Kelas IIA Sidoarjo Tingkatkan Kewaspadaan Penyakit Menular Melalui Sosialisasi Pencegahan Hantavirus

Amsori Kepala Desa Krenceng, “Program ILP ini kami jadikan langkah menuju Desa Krenceng bebas stunting dan hidup sehat bagi para lansia. Ini adalah bentuk perhatian Pemerintah Desa kepada masyarakat agar tetap sehat. ILP ini kami laksanakan satu bulan sekali, menyesuaikan dengan keterbatasan dan efisiensi anggaran dari Pemerintah Kabupaten.”

Dengan menjadikan ILP sebagai program unggulan, Desa Krenceng berkomitmen menjamin akses pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau, dan berkelanjutan — khususnya bagi kelompok paling rentan: bayi dan lansia. Semangat ini menjadi bukti bahwa dengan inovasi dan ketepatan sasaran, keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk mewujudkan desa yang sehat dan berkualitas.(tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *