5.268 Pendonor Darah Sidoarjo Terima Penghargaan, Dedikasi Kemanusiaan Terus Dijaga

banner 120x600
banner 336x280

Sidoarjo – News PATROLI.COM –

Sebanyak 5.268 pendonor darah sukarela menerima tanda penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI). Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi para pendonor yang secara konsisten menyumbangkan darah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Penghargaan diberikan kepada pendonor aktif dengan jumlah donor mulai 10 kali hingga 125 kali. Dari total penerima, sebanyak 3.650 orang telah mendonorkan darah 10 kali, 1.396 orang sebanyak 25 kali, 139 orang sebanyak 50 kali, 50 orang sebanyak 75 kali, 18 orang sebanyak 100 kali, dan 15 orang telah mencapai 125 kali donor darah.

Secara simbolis, penghargaan diserahkan Bupati Sidoarjo H Subandi SH MKn kepada para pendonor dengan jumlah donor darah terbanyak. Penyerahan berlangsung di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (19/9/2026).

Salah satu penerima penghargaan adalah Joko Murdopo. Pria berusia 64 tahun itu tercatat telah mendonorkan darah sebanyak 128 kali. Konsistensinya menjadi bagian dari kontribusi masyarakat dalam menjaga ketersediaan darah bagi warga yang membutuhkan.

”Alhamdulillah saya rutin tiap 4 bulan sekali karena usia sudah 60 tahun ke atas. Kalau dulu saat masih muda ya 3 bulan sekali,” ungkap Joko.

Baginya, donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi telah menjadi bagian dari kebiasaan yang terus dijalani.

”Sejak rutin donor darah itu badan lebih sehat. Justru jika libur tidak donor darah gitu malah badan saya ada yang kurang,” tambahnya.

Tidak hanya penghargaan, para pendonor yang telah mencapai 125 kali donor darah juga mendapatkan apresiasi berupa sepeda olahraga. Pemberian tersebut menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi para pendonor yang secara sukarela terus memberikan sumbangsih bagi kemanusiaan.

Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan dan pendonor darah yang selama ini turut mendukung pelayanan kemanusiaan PMI. Menurutnya, PMI memiliki peran vital dalam pelayanan medis, termasuk dalam kondisi kritis seperti bencana maupun kecelakaan.

Ketersediaan darah yang aman dan berkualitas, lanjutnya, merupakan bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

”Terima kasih kepada seluruh relawan dan pendonor yang telah memberikan sumbangsih kemanusiaan. Donor panjenengan sangat berarti untuk menyelamatkan masyarakat Sidoarjo yang membutuhkan,” ujar Subandi.

Ia juga mengajak para pendonor untuk tidak lelah memberikan dukungan kepada PMI. Menurutnya, keberadaan relawan yang sehat akan menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan donor darah.

Baca juga :  Polresta Sidoarjo Edukasi Pelajar SMK YPM 5 Sukodono tentang Bullying dan Radikalisme

”Jangan lelah untuk terus memberikan support dan dukungan. Semoga panjenengan semua selalu sehat sehingga dapat terus mendonorkan darah dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” pesannya.

Subandi menegaskan, penghargaan yang diberikan pemerintah maupun PMI tidak semata-mata dilihat dari nilai atau bentuk cenderamatanya. Lebih dari itu, penghargaan tersebut merupakan simbol penghormatan terhadap para pendonor yang masih memiliki kepedulian dan terpanggil membantu sesama.

”Penghargaan ini jangan dipandang dari nilainya. Yang terpenting adalah bagaimana kita masih terpanggil untuk membantu keluarga dan masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Pemkab Sidoarjo, kata Subandi, akan terus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk melalui penguatan fasilitas rumah sakit dan puskesmas. Dukungan terhadap PMI diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sidoarjo.

”Kalau relawannya sehat, PMI juga akan semakin kuat. Mari terus kita jaga semangat kemanusiaan ini. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengucapkan terima kasih atas seluruh sumbangsih para pendonor,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus PMI Sidoarjo Andjar Surjadianto mengatakan kebutuhan darah di Sidoarjo terus meningkat seiring dengan bertambahnya pelayanan kesehatan. Dengan jumlah penduduk sekitar 2.215.288 jiwa, kebutuhan darah ideal berada pada kisaran dua persen dari jumlah penduduk atau sekitar 44.300 kantong darah.

Namun, kebutuhan riil darah di Sidoarjo tercatat lebih tinggi. Pada 2024, kebutuhan darah mencapai sekitar 58 ribu kantong, sedangkan pada 2025 mencapai sekitar 57.750 kantong.

”Namun, realisasinya kebutuhan darah mencapai sekitar 58 ribu kantong pada 2024 dan sekitar 57.750 kantong pada 2025. Partisipasi aktif masyarakat melalui donor darah sukarela menjadi faktor penting sehingga kebutuhan darah masyarakat dapat terpenuhi,” ucap Andjar.

Ia menjelaskan, donor darah secara rutin dapat dilakukan hingga lima kali dalam setahun atau sekitar dua bulan sekali. Pelaksanaan donor tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan ketentuan medis yang berlaku.

”Semoga semakin banyak warga yang tergerak menjadi pendonor darah sukarela sehingga ketersediaan darah yang aman dan berkualitas dapat terus terjaga untuk menyelamatkan masyarakat Sidoarjo,” tutupnya.

Penghargaan kepada ribuan pendonor tersebut sekaligus menegaskan bahwa ketersediaan darah tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga pada kepedulian masyarakat. Setiap tetes darah yang disumbangkan secara sukarela menjadi bagian dari upaya menyelamatkan kehidupan dan memperkuat pelayanan kemanusiaan di Kabupaten Sidoarjo. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *