Deteksi Dini HIV di Sidoarjo Diperkuat, 28 Anak Binaan YPP Al Kholiqi Jalani Skrining

Anak binaan YPP Al Kholiqi YPP Al Kholiqi saat menjalani skrining HIV
banner 120x600
banner 336x280

Sidoarjo – News PATROLI.COM –

Upaya memperkuat deteksi dini HIV di Kabupaten Sidoarjo terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi masyarakat, dan lembaga rehabilitasi.

Terbaru, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo melalui Puskesmas Tulangan bersama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Timur menggelar skrining HIV terhadap 28 anak binaan YPP Al Kholiqi Rehabilitasi Sosial Pecandu Narkoba Desa Kajeksan Kecamatan Tulangan Sidoarjo, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga disertai edukasi mengenai HIV, mulai dari cara penularan, langkah pencegahan, pentingnya mengetahui status kesehatan sejak dini, hingga akses layanan kesehatan apabila ditemukan hasil pemeriksaan yang memerlukan tindak lanjut.

Sebelum skrining dilaksanakan, Direktur Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Al Kholiqi, Sayyid Abdullah, S.H.I., memberikan pengarahan kepada para anak binaan. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara berkala sebagai bagian dari proses pembinaan dan rehabilitasi.

Menurut Sayyid, kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, para anak binaan diharapkan memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan sekaligus memahami berbagai risiko penyakit, termasuk HIV.

“Pemeriksaan kesehatan dan edukasi seperti ini penting dilakukan secara berkala. Dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, kita dapat melakukan langkah pencegahan dan penanganan dengan lebih baik,” ujarnya.

Baju putih Sayyid Abdullah, S.H.I., Direktur YPP Al Kholiqi memberikan pengarahan kepada para anak binaan

Sementara itu, perwakilan PKBI Jawa Timur, Siswanto, menjelaskan bahwa kegiatan di YPP Al Kholiqi merupakan bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara PKBI Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dan lembaga rehabilitasi.

YPP Al Kholiqi menjadi salah satu sasaran kegiatan pemeriksaan dan edukasi HIV. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di wilayah Waru sebelum dilanjutkan di Kecamatan Tulangan.

“Ini merupakan kegiatan rutin di YPP Al Kholiqi. Dari hasil asesmen, sudah memenuhi syarat untuk dilakukan tes VCT, termasuk pemeriksaan HIV dan sifilis,” kata Siswanto.

Ia menegaskan, pemeriksaan secara berkala menjadi penting karena HIV merupakan persoalan kesehatan yang membutuhkan penanganan berkelanjutan. Deteksi dini memungkinkan seseorang yang mendapatkan hasil reaktif segera memperoleh pemeriksaan lanjutan dan penanganan medis sesuai kebutuhan.

“Mengetahui status sejak dini itu lebih baik. Jika ditemukan hasil reaktif, kami akan merujuk ke layanan kesehatan untuk pemeriksaan dan pengobatan lanjutan dengan ARV,” jelasnya.

Siswanto menerangkan, terapi antiretroviral (ARV) diberikan untuk menekan jumlah virus HIV di dalam tubuh sehingga fungsi sistem kekebalan tubuh dapat tetap terjaga. Penanganan yang tepat juga penting untuk mengurangi risiko perkembangan penyakit dan penularan HIV.

Baca juga :  Polresta Sidoarjo Luncurkan Layanan Perpanjangan SIM 24 Jam Nonstop, Permudah Masyarakat di Tiga Lokasi Strategis

Selain melakukan pemeriksaan, PKBI Jawa Timur juga memberikan edukasi dan pendampingan kepada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap penularan HIV.

sebelah kiri Siswanto Perwakilan PKBI Jawa Timur, sebelah kanan H. Abdul Kholiq (Gus Kholiqi) Pimpinan YPP Al Kholiqi

Sekitar 30 petugas lapangan PKBI Jawa Timur turut terlibat dalam memberikan informasi mengenai HIV, pencegahan, pemeriksaan, serta akses terhadap layanan kesehatan.

“Untuk populasi berisiko tinggi, baik yang memiliki risiko dari hubungan seksual maupun penggunaan jarum suntik, edukasi sangat penting. Petugas lapangan kami terus memberikan informasi dan pendampingan,” ungkap Siswanto.

Pendampingan tersebut, lanjut dia, juga mencakup dukungan terhadap kebutuhan pencegahan bagi kelompok sasaran yang membutuhkan.

Dalam pelaksanaan skrining, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo juga telah menyiapkan format skrining khusus bagi lembaga rehabilitasi. Format tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pemeriksaan HIV secara berkala agar lebih efektif, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan kelompok sasaran.

Di sisi lain, Pimpinan YPP Al Kholiqi, H. Abdul Kholiq atau Gus Kholiq, menyampaikan apresiasi atas dukungan PKBI Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurut Gus Kholiq, pemeriksaan kesehatan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan anak-anak yang sedang menjalani rehabilitasi. Persoalan yang dihadapi para anak binaan tidak semata-mata berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba, tetapi juga dapat bersinggungan dengan berbagai persoalan kesehatan lainnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PKBI Jawa Timur. Dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini sangat membantu kami. Karena anak-anak yang mengalami persoalan narkoba tidak hanya menghadapi masalah narkoba, tetapi juga berpotensi memiliki persoalan kesehatan lainnya,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan pemeriksaan dan edukasi kesehatan tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, kondisi kesehatan anak binaan dapat terus dipantau sekaligus mendukung proses rehabilitasi secara lebih menyeluruh.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi masyarakat, dan lembaga rehabilitasi dinilai menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pemeriksaan, edukasi, dan pendampingan HIV.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan bagi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus, sehingga deteksi dini dapat dilakukan dan setiap warga yang membutuhkan layanan medis dapat memperoleh penanganan secara tepat dan berkelanjutan. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *