banner 700x256

Perkuat Sinergi P4GN dan Rehabilitasi, YPP Al Kholiqi Audiensi dengan BNNK Pasuruan

banner 120x600
banner 336x280

Pasuruhan – News PATROLI.COM –

Upaya penguatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) serta peningkatan layanan rehabilitasi terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut diwujudkan oleh Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Al Kholiqi Rehabilitasi Sosial Pecandu Narkoba, H. Abdul Kholiq, melalui kegiatan audiensi dan silaturahim bersama Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasuruan, Jumat (30/1/2026).

Audiensi tersebut menjadi bagian dari langkah strategis YPP Al Kholiqi dalam membangun sinergi berkelanjutan dengan institusi pemerintah, khususnya BNN, guna memperkuat pelaksanaan program P4GN sekaligus mengoptimalkan layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika. Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di BNNK Surabaya pada Rabu (28/1/2026), sebagai wujud konsistensi yayasan dalam menjalin koordinasi lintas wilayah.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan ini menjadi forum dialog konstruktif antara lembaga rehabilitasi berbasis masyarakat dengan aparat negara yang memiliki mandat dalam penanggulangan narkoba. Dalam kesempatan tersebut, H. Abdul Kholiq menyampaikan gambaran umum mengenai program rehabilitasi yang selama ini dijalankan oleh YPP Al Kholiqi, yang menekankan pendekatan pemulihan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Menurutnya, rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi antara aspek medis, sosial, dan spiritual. Di lingkungan YPP Al Kholiqi, pendekatan tersebut diterapkan secara simultan dengan tujuan memulihkan kondisi fisik, mental, serta membangun kembali nilai moral dan spiritual para pasien rehabilitasi agar siap kembali ke tengah masyarakat.

“Rehabilitasi bukan hanya soal menghentikan ketergantungan, tetapi bagaimana membangun kembali kepercayaan diri, karakter, dan peran sosial mereka. Oleh karena itu, kami mengintegrasikan pendekatan medis, sosial, dan spiritual sebagai satu kesatuan proses pemulihan,” ungkap H. Abdul Kholiq dalam audiensi tersebut.

Selain pemaparan program rehabilitasi, audiensi ini juga menjadi ruang koordinasi untuk membahas peran strategis lembaga rehabilitasi berbasis masyarakat dalam mendukung kebijakan nasional P4GN. H. Abdul Kholiq menegaskan bahwa pondok pesantren dan lembaga sosial memiliki posisi penting sebagai mitra pemerintah dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, terutama melalui pendekatan edukatif, keagamaan, dan pembinaan karakter.

Baca juga :  YPP Al Kholiqi Sidoarjo Bagikan 500 Paket Takjil, Wujud Kepedulian Sosial kepada Masyarakat

Ia juga menyampaikan komitmen YPP Al Kholiqi untuk terus berkontribusi aktif dalam kegiatan pencegahan, pendampingan rehabilitasi, serta reintegrasi sosial bagi para penyintas penyalahgunaan narkotika. Reintegrasi sosial dinilai sebagai tahapan krusial agar mantan penyalahguna dapat diterima kembali oleh lingkungan, memiliki kemandirian, dan terhindar dari risiko kekambuhan.

Kepala BNNK Pasuruan Masduki, S.H., M.H menyambut baik audiensi dan silaturahim tersebut sebagai langkah positif dalam membangun kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan. Sinergi antara BNN dengan lembaga rehabilitasi masyarakat dinilai sangat penting untuk memastikan program P4GN berjalan secara efektif, terukur, dan menyentuh langsung kebutuhan di lapangan.

Masduki juga menilai bahwa keberadaan lembaga rehabilitasi seperti YPP Al Kholiqi menjadi mitra strategis dalam memperluas jangkauan layanan rehabilitasi, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan pendekatan lebih humanis dan berbasis nilai-nilai sosial serta keagamaan. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat sistem rehabilitasi yang berorientasi pada pemulihan jangka panjang, bukan sekadar penanganan sesaat.

Melalui audiensi ini, diharapkan terbangun kesamaan visi dan langkah antara BNNK Pasuruan dan YPP Al Kholiqi dalam menghadapi tantangan penyalahgunaan narkoba yang semakin kompleks. Kerja sama yang terjalin tidak hanya berfokus pada aspek penindakan, tetapi juga pada upaya pencegahan dini dan pemulihan yang berkelanjutan.

H. Abdul Kholiq berharap audiensi dan silaturahim ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang semakin erat dan konkret dengan BNNK Pasuruan. Ia menekankan pentingnya membangun lingkungan masyarakat yang sehat, peduli, dan berdaya dalam menghadapi ancaman narkoba, sekaligus memperkuat layanan rehabilitasi yang humanis, inklusif, dan berkelanjutan.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan lembaga rehabilitasi berbasis masyarakat, diharapkan upaya P4GN dapat berjalan lebih optimal, serta memberikan harapan baru bagi para penyintas penyalahgunaan narkotika untuk bangkit, pulih, dan kembali menjalani kehidupan yang produktif di tengah masyarakat. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *