banner 700x256

Dalam Dua Pekan, Muncul 62 Titik Longsor di Wonosobo

banner 120x600
banner 336x280

Wonosobo, News PATROLI.COM

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo merilis selama 15 hari, setidaknya terdapat 62 titik longsor. Kejadian longsor dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang menerpa Kabupaten Wonosobo sejak awal Oktober 2022.

“Ada 62 titik longsor sejak datangnya musim hujan, di awal bulan ini,” ungkap Kepala BPBD Wonosobo, Bambang Triyono, usai gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana di halaman kantor DPUPR Wonosobo kemarin.

Hadir dalam apel tersebut, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, Kepala DPU PR, Nurudin Ardiyanto, dan peserta upacara terdiri dari seluruh ASN dan karyawan DPUPR dan BPBD Wonosobo.

Menurutnya, cuaca ekstrim yang ditandai dengan hujan dan angin kencang sejak akhir  bulan September sampai  Oktober terjadi banyak kejadian bencana alam berupa tanah longsor yang hampir merata di semua wilayah Kabupaten Wonosobo, utamanya ada beberapa kecamatan yaitu Watumalang, Mojotengah, Sukoharjo, Kaliwiro, Kalibawang dan Wadaslintang.

“Tertinggi longsor, dan berdampak menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah. Kejadian bencana menyebabkan kerusakan pada sarana prasarana pemerintah, rumah penduduk dan lahan pertanian serta persawahan,” katanya.

Baca juga :  Polda Jateng Laksanakan Ramp Check Kendaraan dan Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi di Terminal Tipe A Pemalang

Dijelaskan bahwa gelar apel kesiapsiagaan bencana yang digelar merupakan inisiatif dari  Kepala DPU PR dengan Kalak BPBD mengingat hampir setiap hari ada kejadian bencana, dengan maksud untuk mengukur kekuatan SDM  dalam menangani kebencanaan.

“Apel kesiapsiagaan ini untuk mengukur, kekuatan sumber daya yang dimiliki, baik personel lapangan maupun alat yang dimiliki, termasuk pemetaan tenaga dari relawan serta aparat keamanan,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat meminta kepada  BPBD dan DPU PR  selalu sigap dalam menangani kejadian bencana, juga atas koordinasi dan kerjasama yang baik sehingga ketika ada bencana dalam waktu singkat langsung  hadir ke lokasi.

“Pemerintah harus hadir di tengah tengah masyarakat dalam upaya pertolongan dan evakuasi jika diperlukan,” katanya.

Menurutnya, bencana datang tidak  memberitahu lebih dahulu, maka kesiapan  SDM dan peralatan yang memadai agar semua bisa tertangani dengan cepat. Kepada seluruh masyarakat Wonosobo agar selalu waspada dan hati hati utamanya hunian yang berada di lereng perbukitan dan bantaran sungai. (Abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *