banner 700x256

Sanggar Dwi Budoyo, Sanggar Kesenian Reog Kebanggaan Warga Surabaya

SDB saat tampil dalam rangka HUT Surabaya di Balaikota
banner 120x600
banner 336x280

Surabaya – News PATROLI.COM –

Sanggar Seni Reog Dwi Budoyo (SDB) merupakan kelompok seniman hebat yang tergabung dalam Sanggar Dwi Budoyo, para seniman yang memiliki kesamaan visi dalam melestarikan budaya Nasional Indonesia bermarkas di Jl. Gubeng Kertajaya V dalam kesehariannya para seniman ini terus mengasah dan berlatih .

Ketrampilan luar biasa yang dimiliki SDB uniknya adalah merupakan warisan turun menurun dari puluhan tahun hingga sampai pada generasi yang saat ini mayoritas anak muda bertalenta dan berbakat unggul terbukti Sanggar Dwi Budoyo menyabet Juara pada Ajang pencari bakat Indonesia Go Talent (2014 ) yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun TV Nasional, kesenian reog yang telah menjadi salah satu ikon Jawa Timur Reog SDB beranggotakan 34 orang dalam setiap atraksi panggung yang disuguhkan meliputi seni jathilan, Senu Reog SDB sering tampil dalam festival kesenian , hajatan, pagelaran budaya sampai event yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya , pentas budaya, dan acara tertentu.

Kesenian reog juga dikenal dengan nama barongan , yang merupakan kebudayaan yang berasal asli dari Jawa Timur , yang beberapa waktu silam sempat di klaim oleh Malaysia didaftarkan di UNESCO sebagai kesenian negara Malaysia, ironis tentunya namun jelas seni tradisional Reog Tari Barongan adalah asli Indonesia salah satunya keindahan tari yang memikat merupakan bagian dari kesenian reog, SDB
menampilkan sosok penari besutan Sanggar Dwi Budoyo yang terdiri dari perempuan berbakat tari serta rutin mengadakan latihan meski dengan keterbatasan tempat dimana SDB berlatih namun tampak memiliki semangat yang tak tergoyahkan dalam melestarikan budaya kesenian kebanggan warga Jawa Timur,

Baca juga :  Festival Jeren Serek 2026 Resmi Dimulai, Wabup Sumenep Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya
Seniman. seniwati yang tergabung dalam SDB

Cirikhas topeng macan berhias bulu merak dengan ukuran yang sangat besar dipakai dan dimaikan dengan atraksi akrobat diiringi alunan musik rancak menjadi cirikhas SDB dalam setiap penampilannya

Ponco Seniman SDB yang juga jebolan Indonesia Go Talent ketika ditemui Newspatroli menuturkan bahwa, Topeng tersebut dikenakan dan ditarikan dengan gerakan meliuk-liuk itu diperlukan latihan khusus dan tidak mudah tidak semua anggota bisa memainkan jadi memang khusus latihannya selain berat jika tidak terbiasa bisa menyebabkan cedera, Topeng itu juga sangat mahal meski terlihat seperti itu kami pun kadang harus menyewa karena keterbatasan kami , namun kita SDB tetap kompak dan solid adalah kunci utama dalam bermain karena kolaborasi merupakan bagian keindahan dari kesenian ini pungkasnya,

Reog juga terdapat di berbagai daerah namun tidak banyak hebatnya Surabaya juga memiliki dan budaya Reog sangat perlu dilestarikan sampai generasi mendatang . (Pram)

Baca juga berita lainnya di  Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *