Nelayan Payangan Watu Ulo Laksanakan dan Jaga Tradisi Sakral Petik Laut Setiap Sasi Suro Tiba

banner 120x600
banner 336x280

Jember – News PATROLI.COM –

Lestarikan Budaya Leluhur serta menguri-uri kearifan lokal, Kapolsek Ambulu AKP. Solikhan Arief, S. H., M. H. didampingi Komandan Angkatan Laut wilayah Puger, Satgas Puter Nuso Barong, Kasatpolairud, Muspika Kecamatan Ambulu, SAR Rimba Laut melepas mengiringi perahu utama menuju tengah laut, Ribuan masyarakat dan wisatawan memadati kawasan pesisir Payangan – Watu Ulo, Desa Sumberejo , Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk menyaksikan prosesi sakral tahunan, Tradisi Petik Laut (Larung Sesaji), Jumat ( 3/7/2026)

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Ambulu, Fahrul Asrori, S. H., mengatakan, Ritual adat yang digelar rutin setiap memasuki bulan Muharram atau Suro di Kalender Jawa, ini menjadi simbol ungkapan rasa syukur mendalam para nelayan atas limpahan rezeki hasil laut serta permohonan keselamatan saat melaut. Rangkaian acara yang sakral akan kearifan lokal ini telah dimulai sejak malam hari melalui kegiatan istiqasah, semakan Al-Qur’an, serta doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama dan sesepuh adat setempat. Kolaborasi apik antara warga, panitia desa, di Desa Sumberejo turut menambah kekhidmatan serta kemeriahan persiapan acara.

Puncak acara ditandai dengan prosesi tersebut mengangkut berbagai macam sesaji hasil bumi, jajan pasar, hingga kepala sapi sebagai simbol sedekah bumi kepada alam. Beberapa perahu nelayan mengiringi perahu utama menuju tengah laut untuk melarung sesaji tersebut dan menciptakan pemandangan elok di sepanjang garis Pantai Payangan hingga Watu Ulo yang tentunya tujuan dari kegiatan Larung sesaji ini adalah agar supaya mendapatkan keberkahan, keselamatan, rejeki dari Allah SWT.

Nantinya agar hasil tangkapan ikan lebih melimpah sehingga masyarakat akan lebih makmur dan sejahtera.

Baca juga :  Maling Kotak Amal Masjid di Desa Sabrang Dipergoki Warga Saat Ronda Malam

Karena selama ini yang dialami oleh para nelayan adanya ombak besar dan cuaca yang ekstrem tidak menentu, baratan juga menjadi penghambat bagi para pelaut untuk mencari rezeki di tengah samudra Hindia.

Harapan kedepan tentunya masyarakat tetap semangat bagaimanapun juga tetap melaksanakan aktivitas seperti biasanya mencari rejeki supaya nanti untuk bisa mencukupi kebutuhan keluarganya dan semua berdoa agar warga yang ada di kecamatan ambulu bisa sejahtera.

Sementara Kepala Desa Sumberejo, Riyono Hadi, dalam sambutannya, menyatakan bahwa Petik Laut merupakan identitas budaya maritim yang tidak boleh luntur tergerus zaman. “Tradisi Petik Laut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan warisan leluhur yang memiliki nilai spiritual, historis, dan sosial yang kuat. Di dalamnya ada nilai gotong royong dan kesadaran untuk menjaga keseimbangan ekologi laut kita,” tuturnya di sela-sela memantau jalannya pelarungan.

Lebih lanjut Kepala Desa Sumberejo, Riyono Hadi mengatakan, “Selain menjadi sarana merawat budaya bahari, agenda tahunan ini terbukti sukses menggerakkan roda perekonomian masyarakat pesisir Ambulu. Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang menjajakan kuliner ikan bakar, kerajinan tangan, hingga jasa sewa perahu wisata meraup keuntungan berlipat berkat lonjakan kunjungan wisatawan domestik maupun luar daerah melalui pelaksanaan Petik Laut ini, para nelayan Pantai Payangan dan Watu Ulo berharap agar musim melaut ke depan senantiasa diberikan kelancaran, pasokan solar dan logistik nelayan tetap stabil, serta dijauhkan dari segala marabahaya selama mencari nafkah di samudera luas.” tutupnya.

Acara tahunan Larung sesaji di Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur berlangsung Guyub rukun, Meriah, Aman dan Kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *