Jogoperak: Semangat Menjaga Rumah Besar Polres Pelabuhan Tanjung Perak

banner 120x600
banner 336x280

Surabaya – News PATROLI.COM –

Sebuah logo sederhana bertuliskan “JOGOPERAK” kini memiliki makna yang lebih besar dari sekadar identitas visual. Di balik kata “Jogo” yang berarti menjaga, tersimpan pesan tentang kebersamaan, loyalitas, rasa memiliki, serta komitmen seluruh personel untuk menjaga nama baik dan kehormatan.

“Jogoperak” menjadi sebuah pengingat bahwa institusi tempat personel mengabdi bukan sekadar bangunan perkantoran. Lebih dari itu, Polres Pelabuhan Tanjung Perak dipandang sebagai rumah besar yang harus dijaga bersama, baik kehormatan, marwah, maupun citranya di tengah masyarakat.

Semangat tersebut tergambar dalam sebuah kiasan khas wong Jowo yang sederhana namun sarat makna:

“Tak titipno Polres Pelabuhan Tanjung Perak, teko beboyo yo lur.”

Kalimat tersebut mengandung pesan agar setiap personel memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap institusi yang menjadi tempat mereka bertugas. Sebuah titipan harus dijaga dengan sebaik-baiknya, terlebih ketika menyangkut nama baik dan kehormatan institusi.

Dari semangat itulah jargon Jogoperak mendapatkan makna yang lebih luas: menjaga bersama, bekerja bersama, mengabdi bersama, serta membangun citra positif institusi secara bersama-sama.

Semangat tersebut juga sejalan dengan arahan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Irwan Kurniawan, S.I.K., yang diteruskan melalui jajaran Pejabat Utama (PJU). Dukungan terhadap semangat kebersamaan itu juga disampaikan Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP A.A. Putrawan, S.H., M.H.

Menurut Putrawan, jargon Jogoperak seharusnya tidak berhenti sebagai sebuah slogan maupun logo. Semangat tersebut harus diwujudkan melalui sikap, loyalitas, serta kinerja setiap personel dalam menjalankan tugas.

Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP A.A. Putrawan, S.H., M.H

“Ayo lur, Jogoperak bareng-bareng. Ini sawah ladang kita bersama. Di sinilah kita bekerja, bertugas, mengabdi, sekaligus mencari nafkah untuk keluarga. Karena itu, mari kita jaga bersama,” ungkap Putrawan.

Ia menegaskan, menjaga institusi tidak cukup hanya dengan menjalankan tugas sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Dibutuhkan pula rasa memiliki, kepedulian, tanggung jawab, dan keikhlasan untuk memberikan kontribusi terbaik.

Bagi Putrawan, rasa memiliki terhadap institusi tumbuh melalui proses pengabdian. Selama kurang lebih delapan hingga sembilan bulan bertugas di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, ia mengaku mulai merasakan ikatan emosional yang kuat dengan lingkungan tempatnya mengabdi.

Baca juga :  Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Berikan Motivasi kepada Bripda Adinda Ayu Jelang Turnamen Karate Cup Piala Polda Jatim

“Polres Pelabuhan Tanjung Perak ini sudah saya anggap seperti rumah saya sendiri. Hampir setiap hari saya pulang larut malam. Bahkan waktu bersama keluarga terkadang harus saya korbankan,” katanya.

Pengorbanan tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari konsekuensi pengabdian dan tanggung jawab sebagai anggota Polri. Menurut dia, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab membutuhkan komitmen dan kesediaan untuk menempatkan kepentingan institusi serta pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian dari prioritas.

“Semua itu saya jalani sebagai bagian dari pengabdian dan tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik kepada Polri,” ujarnya.

Putrawan juga memandang pengabdian sebagai sebuah perjalanan panjang yang tidak selalu mudah. Tidak setiap perjuangan langsung mendapatkan apresiasi, namun setiap tugas harus tetap dijalankan dengan ketulusan dan niat memberikan yang terbaik.

Ia meyakini bahwa setiap perjuangan yang dilakukan dengan niat baik pada akhirnya akan memberikan hasil pada waktunya.

“Semua akan indah pada waktunya. Bersama Tuhan kita serang dari langit,” ucapnya penuh keyakinan.

Semangat Jogoperak pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai sebuah logo atau rangkaian kata. Lebih jauh, jargon tersebut menjadi pesan moral tentang pentingnya membangun rasa memiliki terhadap institusi.

Setiap personel memiliki peran dalam menjaga nama baik Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Mulai dari pelaksanaan tugas sehari-hari, pelayanan kepada masyarakat, menjaga soliditas internal, hingga membangun komunikasi yang baik dengan berbagai elemen masyarakat.

Institusi yang kuat tidak hanya dibangun melalui struktur organisasi, tetapi juga melalui soliditas dan kesadaran setiap individu yang berada di dalamnya.

Karena itu, Jogoperak diharapkan menjadi semangat bersama untuk terus menjaga, merawat, dan membangun institusi secara kolektif.

Sebab, rumah besar ini bukan milik satu atau dua orang. Sawah ladang pengabdian ini dikelola bersama. Dan nama baik Polres Pelabuhan Tanjung Perak merupakan harga diri yang harus dijaga bersama.

Dengan semangat tersebut, Jogoperak diharapkan tidak berhenti sebagai jargon, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja: jogo institusi, jogo kehormatan, jogo kekompakan, dan jogo kepercayaan masyarakat. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *