banner 700x256

YPP Al Kholiqi Bantah Tudingan Abaikan Pasien dan Hanya Mencari Keuntungan

banner 120x600
banner 336x280

Sidoarjo – News PATROLI.COM –

Pimpinan YPP Al Kholiqi Rehabilitasi Sosial Pecandu Narkoba, H. Abdul Kholiq, membantah keras pemberitaan yang dimuat salah satu media lokal online cekpos.id pada 16 Juni 2026. Menurutnya, isi pemberitaan tersebut tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Dalam pemberitaan tersebut, seorang relawan anti narkoba berinisial RS menilai terdapat kejanggalan dalam proses rehabilitasi karena masa rehabilitasi yang disebut hanya berlangsung selama satu minggu dinilai kurang maksimal. Selain itu, RS juga menyampaikan pernyataan bahwa panti rehabilitasi jangan hanya meraup keuntungan tanpa mempedulikan masa depan pasien yang dirawat.

Menanggapi hal itu, H. Abdul Kholiq menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak berdasar dan tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di YPP Al Kholiqi.

“Kami tidak pernah mengabaikan pasien selama menjalani proses rehabilitasi. Justru menjadi kewajiban kami untuk mendampingi dan memulihkan para korban penyalahgunaan narkoba agar dapat kembali sehat serta menjalani kehidupan yang normal di tengah masyarakat,” tegas H. Abdul Kholiq.

Ia juga membantah tudingan bahwa lembaganya hanya berorientasi pada keuntungan. Menurutnya, YPP Al Kholiqi merupakan lembaga sosial yang mengedepankan aspek kemanusiaan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami tidak pernah memaksa pasien maupun keluarganya terkait biaya rehabilitasi. Karena YPP Al Kholiqi adalah lembaga sosial, maka prinsip yang kami pegang adalah membayar sesuai kemampuan. Tidak ada unsur paksaan ataupun orientasi mencari keuntungan sebagaimana yang dituduhkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, H. Abdul Kholiq menjelaskan bahwa masa rehabilitasi pasien tidak dapat disamaratakan. Lama waktu pemulihan sangat bergantung pada kondisi kesehatan, tingkat ketergantungan, serta perkembangan masing-masing pasien selama menjalani terapi.

Baca juga :  YPP Al Kholiqi Sidoarjo Bagikan 500 Paket Takjil, Wujud Kepedulian Sosial kepada Masyarakat

Menurutnya, program rehabilitasi di YPP Al Kholiqi mencakup rehabilitasi sosial yang berfokus pada pemulihan mental, emosional, dan perilaku pasien. Dalam proses tersebut, pasien mendapatkan layanan konseling, bimbingan kerohanian, serta pembinaan keterampilan sosial agar mampu kembali menjalani kehidupan bermasyarakat secara normal dan produktif tanpa ketergantungan narkoba.

Selain itu, program rehabilitasi juga dilaksanakan melalui dua metode, yakni rawat inap (residential) dan rawat jalan. Pada metode rawat inap, pasien menjalani masa pemulihan dengan tinggal di fasilitas rehabilitasi selama jangka waktu tertentu dengan pengawasan penuh selama 24 jam. Sedangkan pada metode rawat jalan, pasien tetap dapat tinggal di rumah dan beraktivitas seperti biasa, namun diwajibkan mengikuti terapi dan konseling secara berkala.

“Perlu dipahami bahwa pasien tidak serta-merta dilepas begitu saja setelah satu minggu. Mereka tetap diwajibkan menjalani kontrol atau absen setiap satu minggu sekali selama delapan minggu sebagai bagian dari proses pemulihan dan pemantauan kondisi pasien,” jelasnya.

H. Abdul Kholiq berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang sebelum menyimpulkan suatu persoalan. Ia juga mengajak semua pihak, termasuk pegiat dan relawan anti narkoba, untuk bersama-sama membangun sinergi dalam upaya penyelamatan korban penyalahgunaan narkoba.

“Jangan sampai muncul opini yang menyesatkan publik dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kami terbuka untuk berdialog dan menjelaskan mekanisme rehabilitasi yang selama ini kami jalankan. Tujuan kami satu, yakni membantu para korban penyalahgunaan narkoba agar pulih dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkas H. Abdul Kholiq. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *